comscore

Lompatan Digitalisasi untuk Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia

Angga Bratadharma - 30 September 2021 16:38 WIB
Lompatan Digitalisasi untuk Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi di antara yang terdampak besar dari pandemi covid-19 dan butuh perjuangan keras untuk keluar dari krisis tersebut. Setidaknya dibutuhkan kolaborasi antara pihak terkait dan resiliensi agar selamat dari 'badai' itu termasuk optimalisasi digitalisasi.

CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial Andre Soelistyo mengaku kagum dengan masyarakat terutama UMKM yang mampu survive dari pandemi covid-19. Apalagi, ujian berat dari virus mematikan itu sudah melanda setidaknya 18 sampai 19 bulan di Indonesia. Adapun dampak yang sangat besar tersebut pun tak hanya menghantam kesehatan tetapi juga aktivitas perekonomian.
"Masyarakat dan merchant (pelaku UMKM) semuanya menghadapi pandemi covid-19 selama 18 sampai 19 bulan terakhir dan dampaknya sangat signifikan terhadap bisnis, kesehatan, dan mental," kata Andre, dalam konferensi pers virtual, Kamis, 30 September 2021.

Dirinya juga kagum masyarakat termasuk UMKM melakukan kolaborasi dan mampu melakukan resiliensi di tengah amukan covid-19. Di antara yang dilakukan agar bisa keluar dari masa suram akibat virus mematikan itu adalah memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan digital terbukti bisa menggerakkan roda bisnis dan perekonomian.

Tercatat terdapat penambahan 3,8 juta penjual yang bergabung dengan Tokopedia di masa pandemi. Penambahan itu membuat lebih dari 11 juta penjual yang memulai dan mengembangkan usahanya bersama Tokopedia. Dari jumlah tersebut penjualnya merupakan hampir 100 persen dari UMKM.

Bahkan, penggunaan digital di saat pandemi covid-19 berkontribusi positif terhadap upaya pemerintah mengendalikan covid-19 dan memulihkan ekonomi. Sebagai informasi, sebanyak 1.954 kasus covid-19 baru dilaporkan di Indonesia pada Rabu, 29 September, dengan 3.007 pasien sembuh dan 117 pasien meninggal.

"Dari semangat kolaborasi dan resiliensi itu kami memikirkan bagaimana GoTo bisa berkontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi," tuturnya.

Keinginan untuk berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi, jelas Andre, yang membuat GoTo menginisiasi gerakan 'Bangkit Bersama GoTo Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia'. Fokusnya menjembatani para UMKM di Indonesia dengan masyarakat melalui digital.

"Digitalisasi memberikan peran penting,” ucapnya.

Menteri Perdagangan M Lutfi memperkirakan ekonomi digital berpotensi tumbuh delapan kali lipat di 2030 menjadi Rp4.531 triliun atau 18 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Saat ini nilai ekonomi digital mencapai Rp630 triliun.

Melihat potensi tersebut, lanjutnya, transformasi digital dan penyediaan ekosistem digital menjadi sangat penting guna bersama-sama meningkatkan daya saing. Dirinya pun mengapresiasi dukungan GoTo untuk membantu dan mendorong UMKM menggunakan digital.

"Melalui ekosistem yang terdiri dari Tokopedia, Gojek, dan GoTo Financial saya percaya UMKM dapat berinovasi dalam pemasaran produknya lebih luas ke penjuru Indonesia dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global ," kata Lutfi.

Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan saat pandemi banyak yang bergabung menjadi merchant dengan Tokopedia. Ada empat juta merchant yang bergabung di saat pandemi dengan 86 persennya adalah pengusaha baru.

"Sebelumnya mungkin pekerja kantoran yang di PHK tapi harus mencari cara bagaimana bertahan di masa pandemi. Tapi teknologi itu pedang bermata dua. Positifnya ada peluang. Tantangannya mereka menggunakan digital bisa bertahan, mereka yang tidak menuju digital akan terpuruk," jelasnya.

Tantangan lainnya dari perkembangan teknologi, tambahnya, yakni UMKM harus bersiap menghadapi pedagang dari luar negeri atau pabrik luar negeri yang menyasar langsung masyarakat Indonesia yang jumlahnya mencapai 270 juta jiwa.

"Bayangkan di tengah pandemi yang telah merusak usaha kecil dan menengah mereka juga harus bertahan melawan pabrik-pabrik atau pedagang dari luar negeri,” tuturnya.

Besarnya tantangan itu yang membuat Tokopedia merangkul UMKM di Tanah Air guna bangkit bersama. Tak hanya Tokopedia, Gojek juga difokuskan memajukan UMKM dalam negeri dan memprioritaskan masyarakat lokal.

"Denyut nadi Gojek atau Gofood itu selalu hyperlocal yaitu memperkerjakan dan menghubungkan pengusaha setempat dengan permintaan dari masyarakat setempat. Demikian Tokopedia juga menjaga. Tidak hanya masyarakat setempat tapi juga ekspansi di pengusaha daerah agar bisa menjadi pengusaha nasional," tuturnya.

Ketua DK OJK Wimboh Santoso mengatakan pemerintah terus mendukung pemberdayaan UMKM melalui berbagai macam program, baik dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis suku maupun upaya pemulihan ekonomi yang difokuskan terhadap UMKM.

"UMKM peranannya besar dan ruang tumbuhnya masih besar. UMKM adalah segalanya bagi pemerintah. Kalau minta ke bank ada KUR. Bunganya juga disubsidi. Tapi pembiayaan murah bukan satu-satunya. Tapi bagaimana melatih dan membina UMKM agar produksinya lebih menarik,” pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id