KAI Hanya Operasikan 19 Kereta Perjalanan Mendesak di Periode Larangan Mudik

    Suci Sedya Utami - 04 Mei 2021 08:21 WIB
    KAI Hanya Operasikan 19 Kereta Perjalanan Mendesak di Periode Larangan Mudik
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI hanya mengoperasikan 19 kereta api jarak jauh bagi melayani penumpang perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik di periode 6-17 Mei 2021.

    Tiket KA tersebut dijual melalui aplikasi KAI Access, web KAI, aplikasi mitra resmi KAI, dan khusus pembelian tiket di loket stasiun dilayani penjualan langsung tiga jam sebelum keberangkatan. Jumlah kereta yang dioperasikan memang hanya terbatas untuk mengakomodir pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.






    "KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan dan hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia," kata kata VP Public Relations KAI Joni Martinus, dilanssir dari keterangan resmi, Selasa, 4 Mei 2021.

    Masyarakat yang diperbolehkan menggunakan kereta api yakni pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan nonmudik yaitu bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

    Bagi pegawai instansi pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau Badan Usaha Mlik Daerah (BUMD), prajurit TNI, atau anggota Polri yang ingin naik kereta wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

    Bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan. Sedangkan pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari kepala desa/lurah setempat.

    "Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual, untuk satu kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,” kata Joni.

    Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

    Sementara untuk perjalanan kereta api lokal, terdapat 16 kereta yang dioperasikan dengan pembatasan jam operasional yaitu keberangkatan dari stasiun awal maksimal pukul 20.00. Joni mengatakan, kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal yang dijalankan tersebut sudah mendapatkan izin dari pemerintah.

    KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran covid-19 pada moda transportasi kereta api. "KAI selalu mengoperasikan kereta api sesuai pedoman dari Peraturan Menteri dan Surat Edaran yang dikeluarkan pemerintah. Kami berharap masyarakat dapat tetap membatasi mobilitasnya serta tidak mudik tahun ini," tutup Joni.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id