5 Top Populer Ekonomi Sepekan, Prospek Ekonomi RI hingga Belanja Lebaran

    Arif Wicaksono - 16 Mei 2021 09:10 WIB
    5 Top Populer Ekonomi Sepekan, Prospek Ekonomi RI hingga Belanja Lebaran
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.



    Jakarta: Kemajuan dalam perekonomian Indonesia menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id dalam sepekan. Bank Indonesia mengatakan bahwa Perekonomian Indonesia diklaim telah berhasil melewati masa-masa sulit dengan ditopang berbagai kebijakan pemerintah.

    Kemudian berita lainnya yang menarik perhatian pembaca adalah Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang mengingatkan bahwa kepala daerah bisa dikenakan sanksi apabila realisasi investasinya buruk. Nantinya Kementerian Investasi akan menjadi koordinator dan penanggung jawab untuk penilaian kemudahan berusaha tersebut.

     



    Lalu ada mengenai kenaikan harga timah fisik murni batangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil menembus harga tertinggi pada 10 Mei lalu, dengan harga USD33.100 per ton. Tak ketinggalan juga ada  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang mengatakan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 DKI Jakarta paling banyak menerima aduan dari pekerja/buruh. Rangkuman berita selengkapnya di sini.
     
    1. BI: Ekonomi RI Telah Berhasil Lewati Masa Tersulitnya

    Perekonomian Indonesia diklaim telah berhasil melewati masa-masa sulit dengan ditopang berbagai kebijakan pemerintah. Mulai dari pemberian beragam stimulus baik dalam hal fiskal maupun juga moneter hingga program vaksinasi covid-19, dengan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang paling cepat dalam melaksanakan proses vaksinasi di masyarakat.
     
    "Dengan berbagai upaya yang ada, kita kini tidak lagi hanya berkutat pada perbaikan kondisi perekonomian namun telah berlanjut pada langkah pemulihan ekonomi nasional,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 9 Mei 2021.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    2. Ingat, Kepala Daerah Bisa Kena Sanksi Jika Realisasi Investasi Jeblok

    Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengingatkan kepada kepala daerah bisa dikenakan sanksi apabila realisasi investasinya buruk. Nantinya Kementerian Investasi akan menjadi koordinator dan penanggung jawab untuk penilaian kemudahan berusaha tersebut.
     
    Bahlil mengungkapkan, ketentuan ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan dan/atau Pengenaan Sanksi Kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    3. Timah Kian Menjanjikan, RI Dapat Royalti Rp138 Miliar

    Harga timah fisik murni batangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil menembus harga tertinggi pada 10 Mei lalu, dengan harga USD33.100 per ton. Di saat yang sama, harga timah di London Metal Exchange (LME) tercatat di posisi USD33.097, dan di Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) di posisi USD30.250.
     
    Peningkatan harga timah di JFX ini telah terjadi sejak awal 2021, sepanjang Januari-April 2021 harga timah awal tahun berada di posisi USD20.075 per ton, dan sampai dengan April 2021 berada di posisi USD28.665 per ton. Sebelumnya harga tertinggi timah fisik murni batangan di JFX terjadi di 6 Mei 2021, yaitu USD32.500 per ton.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    4. Menaker: Posko THR DKI Jakarta Paling Banyak Terima Aduan

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 DKI Jakarta paling banyak menerima aduan dari pekerja/buruh.
     
    "Posko THR Kementerian Ketenagakerjaan (pusat) di DKI Jakarta. Oleh karena itu, yang banyak memanfaatkan posko tersebut adalah teman-teman (pekerja) yang ada di Jabodetabek," kata Ida, dilansir dari Mediaindonesia.com, Kamis, 13 Mei 2021.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    5. Belanja Lebaran Dongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional

    Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi Ajib Hamdani menilai Idulfitri sebagai momentum untuk mendongkrak ekonomi nasional agar keluar dari zona resesi. Umumnya, pada perayaan Lebaran konsumsi masyarakat berpotensi meningkat.
     
    "Naiknya daya beli masyarakat di momentum Lebaran, bisa menjadi salah satu pendongkrak dan penopang harapan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021," ujar Ajib dalam keterangan resminya, dilansir dari Mediaindonesia.com, Jumat, 14 Mei 2021.

    Baca berita selengkapnya di sini.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id