Kemenperin Desak Pelaku Industri Agro Terapkan Industri 4.0

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 13:04 WIB
    Kemenperin Desak Pelaku Industri Agro Terapkan Industri 4.0
    Ilustrasi pemanfaatan teknologi di sektor agro nasional - - Foto: Medcom



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendesak para pelaku industri agro nasional untuk menerapkan teknologi Industri 4.0. Hal ini seperti dilakukan oleh sejumlah perusahaan yang menunjukkan perjalanan transformasi Industri 4.0 di ajang Hannover Messe 2021 Digital Edition.

    "Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country akan membuka peluang untuk mendorong transformasi dan pemulihan ekonomi Indonesia melalui kesepakatan bisnis, kerja sama industri, dan investasi," ucap Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 7 April 2021.

    Pada ajang Hannover Messe 2021, sektor industri agro yang akan tampil antara lain PT Pertamina dan BPBD-Kelapa Sawit dengan mengangkat konsep energy solution berbahan baku energi ramah lingkungan dari biodiesel sawit. Selain itu juga hadir PT Indolakto, PT Laukita Bersama Indonesia, dan PT Kalbe Morinaga Indonesia sebagai co-exhibitor industri makanan dan minuman.






    Rochim juga mengajak para pelaku industri agro melakukan transformasi teknologi industri sesuai dengan semangat Making Indonesia 4.0. Adapun pra konferensi Hannover Messe 2021 mengambil tema Agro-based Industry Journey to Industry 4.0 dengan tujuan menampilkan berbagai kebijakan dan capaian dalam perjalanan transformasi Industri 4.0 di sektor industri agro.

    "Dalam kegiatan pra konferensi tersebut, sejumlah perusahaan memberikan pengalaman penerapan Industri 4.0. Pengalaman perusahaan-perusahaan tersebut dalam menerapkan Industri 4.0 diharapkan dapat memberikan motivasi kepada perusahaan lain untuk turut menerapkan teknologi industri 4.0 di perusahaannya masing-masing," harapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Manufacturing Group Head M1&M4 PT Mayora Indah Tbk Nurdin Lesman mengatakan bahwa perusahaan mempelajari transformasi Industri 4.0 mulai 2017. Transformasi tersebut diklaim berhasil meningkatkan produktivitas kinerja di pabrik. Contohnya pada mesin coding yang terhubung dengan 14 mesin bungkus.

    "Sebelumnya, satu proses coding membutuhkan waktu sekitar dua menit. Saat ini hanya butuh satu supervisor yang menarik data dari 14 mesin untuk kemudian mengubah kode dari 14 mesin tersebut sekaligus, sehingga mempersingkat idle time," pungkas Nurdin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id