Mulai Tahun Depan, Pemerintah Berikan Subsidi Elpiji 3 Kg Secara Tertutup

    Eko Nordiansyah - 07 April 2021 14:31 WIB
    Mulai Tahun Depan, Pemerintah Berikan Subsidi Elpiji 3 Kg Secara Tertutup
    Ilustrasi. Foto: Dok. Pertamina



    Jakarta: Pemerintah berencana untuk menyalurkan subsidi elpiji 3 kilogram (kg) secara tertutup mulai tahun depan. Dengan penerapan ini, maka subsidi elpiji akan diberikan secara langsung kepada masyarakat miskin dan rentan, sehingga lebih tepat sasaran.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, selama ini memang penyaluran subsidi elpiji tidak tepat sasaran. Pasalnya dengan sistem yang sekarang, semua masyarakat bisa menjangkau elpiji 3 kg.






    "Kalau kita lihat, kelihatan bahwa yang menikmati subsidi itu adalah orang yang justru yang tidak berhak. Inilah yang kita perbaiki kedepan. 36 persen saja dari total subsidi yang dinikmati oleh 40 persen termiskin," kata dia dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Rabu, 7 April 2021.

    Febrio menyebut sebanyak 39,5 persen masyarakat yang masuk golongan 40 persen terkaya juga menikmati subsidi elpiji ini sehingga menimbulkan ketidakadilan. Padahal subsidi elpiji 3 kg sejatinya diperuntukkan hanya bagi masyarakat miskin dan rentan.

    Tak hanya itu, pemerintah mencatat ada selisih harga jual eceran dengan harga yang dipatok pemerintah untuk elpiji 3 kg. Apabila pada tahun lalu selisihnya adalah Rp5.000-an, tahun ini diperkirakan selisihnya makin melebar jadi Rp6.000 hingga Rp7.000.

    "Satu lagi yang membuat ini menjadi suatu urgensi yang sangat tinggi, elpiji 72,1 persen itu impor, 27,9 persen itu domestik. Ini menjadi kebijakan yang harus kita perbaiki dengan segera," ungkapnya.

    Oleh karena itu, pemerintah berencana menyalurkan subsidi elpiji secara tertutup, langsung kepada rekening penerimanya mulai 2022. Pemerintah nantinya akan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada di Kementerian Sosial (Kemensos).

    "Transformasi ini mulai terjadi di 2022, dilakukan dengan perbaikan sistem DTKS. Ini dilakukan dengan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka updating, verifikasi, dan validasi data, sehingga datanya semakin reliable dan akurat," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id