Tunda Kenaikan Cukai Rokok, Bupati Tuban Minta Pemerintah Lindungi SKT

    Eko Nordiansyah - 30 Oktober 2020 17:22 WIB
    Tunda Kenaikan Cukai Rokok, Bupati Tuban Minta Pemerintah Lindungi SKT
    Ilustrasi kenaikan tarif cukai rokok - - Foto: MI/ Bagus Suryo
    Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban Jawa Timur meminta penundaan terhadap rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT). Hal ini seiring penurunan daya beli masyarakat yang memengaruhi produksi rokok.

    Bupati Tuban Fathul Huda mengatakan kenaikan cukai saat daya beli melemah hanya akan menekan produksi rokok sehingga mempengaruhi tenaga kerja. Apalagi, saat ini masyarakat kesulitan dalam mencari pekerjaan baru.

    "Kalau produksi rokok turun, maka yang kita khawatirkan ada PHK dari perusahaan karena barangnya tidak laku. Ini akan jadi masalah tersendiri," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020.

    Sebagai salah satu daerah sentra tembakau, khususnya sektor Sigaret Kretek Tangan (SKT), Fathul khawatir para pekerja SKT di Tuban akan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat melindungi industri rokok yang legal seperti SKT.

    "Saya harap, kalau harus ada kenaikan cukai ya disesuaikan dengan angka inflasi, dan pendapatan cukainya dialokasikan untuk pembangunan. Kita harus awasi jangan sampai ada rokok non cukai yang beredar," ungkap dia.

    Ia menambahkan, kontribusi CHT di Kabupaten Tuban cukup baik. Menurutnya pada 2020, pendapatan sebesar Rp24 miliar diterima Kabupaten Tuban dari cukai rokok dan dana tersebut dialokasikan kepada kesejahteraan masyarakat terutama petani tembakau.

    Terpisah, Bupati Jombang Mundjidah Wahab sebelumnya menyatakan sektor padat karya seperti SKT perlu dilindungi sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dinilai sebagai langkah penting untuk membantu tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

    SKT banyak menyerap tenaga kerja di Jombang dan berperan penting dalam perekonomian masyarakat karena sebagian warga Jombang bekerja di industri padat karya tersebut. Para pekerja di sektor ini juga tidak luput dari perhatian pemerintah daerah Jombang.

    "Saya berharap agar pelinting rokok ini tetap dipekerjakan. Untuk itu industri SKT tetap perlu mendapat perhatian dari pemerintah terutama ketika terjadi tekanan ekonomi selama pandemi," ujar dia.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id