PLN Lebih Hemat Ganti Pembangkit BBM ke Energi Matahari

    Suci Sedya Utami - 02 Maret 2021 19:04 WIB
    PLN Lebih Hemat Ganti Pembangkit BBM ke Energi Matahari
    Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN - - Foto: MI/ Bagus Suryo



    Jakarta: Program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke sumber energi baru terbarukan (EBT) dapat menciptakan penghematan bagi PT PLN (Persero). Hal ini seiring rencana PLN dalam mengonversi 5.200 unit pembangkit PLTD yang terletak di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia.

    Pada tahap pertama, PLN memulainya di 200 lokasi dengan kapasitas sekitar 225 megawatt (MW). Kemudian di tahap kedua sebesar 500 MW dan tahap ketiga 1.300 MW. Adapun secara keseluruhan di 2.130 lokasi daya listriknya mencapai dua gigawatt (GW).






    Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penngembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai pengganti PLTD, harus dibarengi dengan membangun storage atau tempat penyimpanan energi tersebut atau baterai agar bisa beroperasi selama 24 jam. Biaya penggunaan PLTS plus baterai ini lebih murah ketimbang menggunakan pembangkit BBM.

    "Menggunakan BBM di daerah terpencil dengan biaya transport itu mendekati 3.500-4.500 per kWh. Artinya jika kita menggunakan energi surya dengan storage kurang dari itu. Tentu saja itu menguntungkan bagi PLN," kata Darmawan dalam webinar siapkah Indonesia tanpa energi fosil, Selasa, 2 Maret 2021.

    Ia menjelaskan harga energi surya semakin murah jika dibandingkan dengan harga pembelian listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batu bara.
    Misalnya 10 tahun lalu, PLN harus merogoh USD30 sen untuk membeli listrik dari PLTS, sementara listrik dari PLTU dihargai USD5,5 sen. Saat ini, listrik PLTS tanpa baterai telah mendekati USD3,5-USD3,6 sen, sedangkan listrik dari PLTU dijual dengan harga USD5,5-USD6 sen.
     
    Namun memang dengan baterai masih lebih mahal USD12-USD15 sen. Kendati demikian, ia meyakini dengan inovasi yang terus dilakukan akan membuat harga listrik EBT ke depan bisa lebih murah.

    "Tapi kan kita berinovasi, kita lihat potensi penurunan cost dari energi terbarukan semakin turun. Kami yakin EBT kedepannya akan murah daripada fossil fuel," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id