Impor LNG Kini Bebas Pajak

    Suci Sedya Utami - 08 September 2020 17:48 WIB
    Impor LNG Kini Bebas Pajak
    Ilustrasi impor LNG - - Foto: Antara/ Rahmad
    Jakarta: Pemerintah membebaskan impor gas alam cair (liquified natural gas/LNG) dari pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 81 tahun 2015.
     
    Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, Selasa, 8 September 2020, keputusan pembebasan pajak LNG impor akan memberikan kepastian hukum, meningkatkan rasio elektrifikasi nasional, dan mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga listrik yang lebih efisien. Dalam beleid tersebut juga diatur bahwa pemberian fasilitas pembebasan LNG dari pengenaan PPN tidak memerlukan adanya surat keterangan bebas PPN.

    Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai pembebasan PPN tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menurunkan harga gas menjadi USD6 per juta british thermal unit (million british thermal unit/MMBTU).

    "Dari pilihan kebijakan yang direncanakan pemerintah, impor termasuk salah satunya jika memang dapat menurunkan harga gas dan tidak lebih mahal dari gas di dalam negeri,” kata Komaidi.

    Namun pembebasan pajak untuk mendorong impor ini bakal berdampak buruk bagi proyek-proyek migas di dalam negeri. Hal ini dikhawatirkan akan menghambat penyerapan produksi gas dalam negeri.

    Komaidi menyarankan kebijakan ini sebaiknya tidak berlaku untuk jangka panjang dan pemerintah tetap harus memprioritaskan pasokan LNG dalam negeri.

    "Impornya dibolehkan tetapi dikhususkan untuk wilayah-wilayah yang memang tidak terjangkau oleh industri gas domestik, baik dalam aspek harga maupun infrastrukturnya," tegas Komaidi.

    Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serapan gas nasional hingga akhir Juni merosot dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni menjadi hanya 5.484 miliar british thermal unit per hari (billion british thermal unit per day/BBTUD) dari Juni 2019 yang sebesar 6.138 BBTUD. Hal ini disebabkan oleh pandemi covid-19 yang  membuat permintaan berkurang sejalan dengan kegiatan ekonomi yang juga melambat.

    Hingga Juni lalu, serapan LNG tercatat hanya sebanyak 104,8 kargo di Januari-Juni 2020 dibanding 119,8 kargo pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan serapan disebabkan karena salah satu pembeli LNG domestik, PT PLN (Persero) mengembalikan 14 kargo LNG dari 34 jatah kargonya sesuai kontrak.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id