Cara Mendaftar Banpres Produktif UMKM

    Sri Yanti Nainggolan - 07 September 2020 13:38 WIB
    Cara Mendaftar Banpres Produktif UMKM
    Ilustrasi pedagang bakso. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan.
    Jakarta: Penerima bantuan presiden (banpres) produktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diimbau untuk segera mendaftarkan diri agar mendapatkan bantuan tersebut.

    Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo membeberkan beberapa syarat pendaftarannya.

    Pertama yakni Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki KTP DKI. Kemudian memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selanjutnya memiliki usaha mikro. Serta bukan PNS, TNI, Polisi, pegawai BUMN atau BUMD.

    "Dari kementerian ada lagi syaratnya, tabungan tidak lebih dari Rp2 juta," ungkap Elisabeth, dalam pesan singkatnya, Senin, 7 September 2020.

    Namun demikian, lanjut dia, dari hasil koordinasi ke Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), untuk memastikan jumlah tabungan seseorang cukup sulit. Sehingga dipastikan pelaku usaha mikro ini seperti pelaku industri rumahan, tukang bakso, tukang minuman, warung, ojek, dan lain-lain.

    Baca: Penyaluran Banpres Produktif Sudah Rp7 Triliun

    "Jadi field isian yang diminta yakni Nomor KTP, Nama, Alamat lengkap, Bidang Usaha, Alamat Usaha dan No Hp. Sedangkan untuk Nomor KK tidak diminta tetapi kita mintakan untuk memudahkan pendaftaran Jakpreneur bagi pelaku usaha yang belum Jakpreneur," jelasnya.

    Adapun pelaku usaha harus mengajukan dirinya sebagai penerima bantuan ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) Kabupaten/Kota di wilayah masing-masing. Atau langsung mendaftar di laman https://siapbersamakumkm.kemenkopukm.go.id/.

    Dia menambahkan, definisi usaha mikro dalam UU Nomor 20 tahun 2008 adalah pelaku usaha yang memiliki aset paling banyak Rp50 juta, belum termasuk tanah dan bangunan dengan omzet setahun paling banyak Rp300 juta.

    "Nantinya, untuk surat keterangan usaha tidak dipersyaratkan oleh Kemenkop UKM. Jumlah pelaku usaha mikro binaan pada 2019 dan 2020 sebanyak 85.234," tambah dia.

    Dia menambahkan jumlah pelaku usaha mikro di DKI Jakarta yang sudah diusulkan pada tahap satu sebanyak 41.776 dan tahap dua sebesar 64.337, jadi totalnya 106.113. "Tahap pertama diusulkan pada 15 Juli 2020 dan tahap II diusulkan pada 28 Agustus 2020," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id