Kemenperin Bakal Batasi Produk Logam Impor

    Ilham wibowo - 01 September 2020 14:49 WIB
    Kemenperin Bakal Batasi Produk Logam Impor
    Ilustrasi. Foto: Antara/Adeng Bustomi
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal segera membatasi impor sejumlah produk logam untuk meningkatkan daya saing industri dan pasar di Tanah Air. Produk tersebut akan masuk dalam penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib.

    “Masih terdapat ribuan SNI sukarela bidang industri yang bersifat tidak mengikat dan berpotensi untuk kita wajibkan dalam rangka pengamanan pasar dalam negeri, termasuk untuk sektor industri logam,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 1 September 2020.

    Penerapan SNI wajib dinilai dapat menekan impor yang tidak bertanggung jawab bagi industri baja. Pengawasan hingga berujung tindakan hukum bisa dilakukan untuk mengoptimalisasi penyerapan pasar produk lokal.  

    "Saat ini terdapat 147 kode HS yang tersebar pada 28 SNI wajib sektor logam. Hal ini sepertinya merupakan celah membanjirnya produk-produk impor ke pasar dalam negeri jika tidak mendapatkan perhatian serius dari segenap pemangku kepentingan dalam pertumbuhan industri baja nasional,” paparnya.

    Ia memaparkan bahwa baja merupakan salah satu komoditas vital dalam perindustrian dan digolongkan sebagai industri hulu dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). Selain menekan impor, instrumen SNI wajib juga berfokus untuk produk-produk yang berkaitan dengan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan manusia dan Lingkungan (K3L).

    "Baja sering disebut sebagai mother of industries karena merupakan bahan baku utama yang menunjang bagi kegiatan di sektor lain seperti industri otomotif, maritim, dan elektronik," ujarnya.

    Penerapan SNI wajib pada produk logam juga ditujukan untuk merealisasikan target substitusi impor sebesar 35 persen pada 2022. Menurut Doddy,  pembatasan impor terutama untuk produk yang sudah dapat diproduksi oleh industri dalam negeri perlu diperkuat.

    Selain SNI wajib, langkah-langkah lain yang akan dilakukan Kemenperin yakni technical barrier untuk mengontrol impor produk dan penyiapan organisasi di industri, pengawasan dan penegakan hukum. Kemudian memperbanyak laboratorium uji, merampingkan LSPro, serta memperketat SPPT SNI.

    “Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan pembatasan impor baja dapat dilakukan serta industri baja nasional mampu memenuhi kebutuhan baja dalam negeri sehingga target substitusi impor 35 persen pada 2022 dapat tercapai,” pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id