Bos JNE: Waktunya Berkolaborasi dengan Industri Asuransi

    Angga Bratadharma - 28 Agustus 2020 20:14 WIB
    Bos JNE: Waktunya Berkolaborasi dengan Industri Asuransi
    Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: Industri jasa pengiriman sudah waktunya bekerja sama atau berkolaborasi dengan industri asuransi dalam rangka memitigasi risiko lebih baik lagi. Hal itu menjadi penting mengingat potensi bisnis di industri jasa pengiriman kian membesar seiring berkembangnya teknologi informasi dan munculnya e-commerce.

    Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi berpandangan asuransi menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi industri jasa pengiriman. Pasalnya, risiko selalu ada di dalam industri jasa pengiriman. Selain itu, perusahaan jasa pengiriman tidak ingin menanggung setiap kerugian sendiri sehingga perlu ada kolaborasi dengan pihak asuransi.

    "Kita (perusahaan jasa pengiriman) juga tidak ingin menanggung setiap kerugian yang kita alami sendiri. Kita juga harus bekerja sama. Era sekarang ini adalah era di mana kita tidak lagi berkompetisi tetapi era di mana kita harus saling berkolaborasi," kata Mohamad Feriadi, saat menjadi guest speaker dalam Insurance Market Leaders Award 2020, Jumat, 28 Agustus 2020.

    Ia pun meyakini industri asuransi melihat ada peluang bisnis di industri jasa pengiriman. Apalagi peluang pertumbuhan industri jasa pengiriman masih besar sejalan dengan pesatnya perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih senang berbelanja secara daring.

    Perubahan perilaku masyarakat yang lebih senang berbelanja secara online, lanjutnya, membuat pengiriman yang dilakukan perusahaan jasa pengiriman akan lebih besar. Di sisi lain, kondisi itu juga membuat risiko yang muncul lebih besar. Karenanya, penting risiko yang berpotensi muncul itu dimitigasi dengan berkolaborasi bersama perusahaan asuransi.

    "Semakin banyak volume pengiriman yang ditangani oleh perusahaan jasa pengiriman saya yakin potensi risikonya juga ada. Tapi bagaimana kita bisa meminimalisir. Salah satunya bekerja sama dan berkolaborasi dengan perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi sekarang ini tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan, terutama dalam perdagangan secara daring," jelasnya.

    Apalagi, masih kata Mohamad, sekarang ini banyak fitur tambahan seperti perlindungan asuransi dari produk yang ditawarkan di sebuah marketplace. "Itu perlunya kita bekerja sama dengan pihak jasa asuransi. Ketika ada kerugian maka tidak menjadi beban kita sendiri, tapi juga bisa kita sharing dengan pihak perusahaan asuransi," ucapnya.

    Di sisi lain, Mohamad mengatakan pada masa pandemi covid-19 sekarang ini banyak masyarakat yang mulai mengurangi kegiatan di luar rumah. Kondisi ini memicu perubahan perilaku dari offline menjadi online. Perubahan ini, dinilai Mohamad, menjadi sebuah potensi yang sangat baik untuk dioptimalkan guna memacu bisnis jasa pengiriman.

    "Fenomena baru ini apa yang harus kita siapkan. Tentu banyak. Teknologinya diharapkan bisa menangkap potensi bisnis ini. Dengan potensi ini kita harus menyiapkan jaringan kita seluas-luasnya agar masyarakat mudah untuk mencari di mana JNE berada. Kita membuat aplikasi agar memudahkan mencari keberadaan JNE," pungkasnya. 

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id