Permintaan Gula Aren di Lebak saat Pandemi Covid-19 Meningkat

    Antara - 22 September 2020 09:49 WIB
    Permintaan Gula Aren di Lebak saat Pandemi Covid-19 Meningkat
    Pandemi Covid-19. Foto : Medcom.
    Lebak: Permintaan gula aren saat pandemi covid-19 di Kabupaten Lebak, Banten, cenderung meningkat.

    "Kami tidak mampu memenuhi permintaan pasar, karena sulitnya gula aren didapati," kata Fahri (60), seorang pedagang di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dikutip dari Antara, Selasa, 22 September 2020.

    Permintaan gula aren tersebut kebanyakan untuk dijadikan bahan campuran minuman jahe, gula semut juga kerajinan aneka makanan kuliner. Masyarakat saat ini mempercayai bahwa campuran gula aren bisa memperkuat ketahanan tubuh sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit korona.

    Tingginya permintaan itu, kata dia, saat ini harga gula aren melonjak dari sebelumnya sebanyak satu kojor berisi lima gula aren Rp25 ribu, namun kini menjadi Rp75 ribu.

    "Kami kebingungan dengan meningkatnya permintaan, sehingga barang terjadi kelangkaan," jelasnya.

    Begitu juga Andi (35) seorang pedagang warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya kini tidak bisa memenuhi permintaan dari luar daerah karena stok gula aren yang ada sudah menipis.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id