Pasar Karet Alam Semakin Tertekan Pandemi Covid-19

    Ilham wibowo - 24 September 2020 16:55 WIB
    Pasar Karet Alam Semakin Tertekan Pandemi Covid-19
    Kesejahteraan petani karet alam makin tertekan di tengah situasi pandemi covid-19. Foto: AFP
    Jakarta: Kesejahteraan petani karet alam makin tertekan di tengah situasi pandemi covid-19 yang terus menghantui kestabilan pasar di tingkat global. Upaya penyerapan komoditas di dalam negeri jadi langkah yang disepakati  Indonesia bersama Thailand dan Malaysia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC).

    Plh. Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Antonius Yudi Triantoro memaparkan bahwa sebagai negara produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia turut merasakan dampak pandemi covid-19.

    "Indonesia bersama dua negara produsen karet alam lainnya berkolaborasi merumuskan upaya konkret guna memastikan petani karet tetap mendapatkan harga yang remuneratif di tengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini,” ujar Yudi melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2020.

    Yudi menjelaskan pandemi covid-19 mengakibatkan munculnya beragam kebijakan, seperti pembatasan keluar-masuk barang, penundaan pembelian karet, hingga karantina wilayah. ITRC kemudian menyepakati komitmen untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan karet alam di pasar global, termasuk memastikan konsumsi karet alam domestik untuk mengurangi ekspor dan menggunakan karet di dalam negeri.

    Dalam meningkatkan konsumsi karet di tiga negara, ITRC melalui Komite Demand Promotion Scheme (DPS) menyampaikan strategi, inovasi, dan program peningkatan penggunaan karet alam di dalam negeri.

    Situasi pasar dunia yang kurang menguntungkan dengan adanya pandemi perlu disikapi lebih baik. Walaupun terjadi penurunan produksi akibat pandemi, konsumsi dunia juga ikut menurun sehingga menyebabkan harga masih terus tertekan.

    “Kami akan terus berupaya memperjuangkan sektor karet alam demi jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi karet alam seperti penggunaan karet sebagai campuran aspal, maupun produk barang jadi karet yang permintaannya meningkat akibat pandemi covid-19 seperti sarung tangan karet dan karet perisai radiasi,” lanjut Yudi.

    Saat ini ketiga negara bekerja sama dengan lembaga penelitian di masing-masing negara untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk berbasis karet alam lainnya. ITRC juga berkomitmen melanjutkan dan memperbaiki implementasi Supply Management Scheme (SMS) yang berperan penting dalam mencapai keseimbangan pasokan dan permintaan karet alam di pasar global.

    "Kita perlu menyusun sebuah pedoman yang dapat diterapkan di ketiga negara untuk memastikan terwujudnya karet alam berkelanjutan di sepanjang rantai nilainya," pungkas Yudi. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id