Petani Jalankan Protokol Pencegahan Covid-19 Saat Panen Raya

    Gervin Nathaniel Purba - 02 April 2020 17:03 WIB
    Petani Jalankan Protokol Pencegahan Covid-19 Saat Panen Raya
    Lahan sawah padi di Indramayu. (Foto: Dok. Kementan)
    Indramayu: Pandemi virus korona (covid-19) tidak menjadi halangan bagi petani untuk panen. Di Desa  Nunuk, Kecamatan Lelea, Indramayu, para petani tetap aktif panen raya seraya menjalankan protokol kesehatan penanganan virus Covid-19. 

    Aruna Runatin, salah seorang petani di wilayah tersebut, menyebutkan kegiatan panen yang dijalankan masih aman. Saat keluar rumah pun dirinya menggunakan masker. Sementara kebersihan diri juga selalu dijaga, terutama rajin mencuci tangan. 

    “Penyemprotan disinfektan di lingkungan masing-masing pun dilakukan dan pemerintah desa membentuk tim tanggap corona tingkat desa,” ujar Aruna, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2020. 

    Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah instruksi dan anjuran kepada masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran virus covid-19. Melalui Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah pun menyiapkan protokol bagi para petani, sehingga mereka tetap aman berproduksi. 

    “Banyak kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dari rumah. Hal tersebut mungkin bisa dilakukan oleh kebanyakan orang. Tapi bagi saya seorang petani tetap harus turun ke sawah. Selain bertanggungjawab kepada kesehatan diri dan keluarga, kami pun harus mengurus tanaman dan memastikannya bisa panen," ujarnya.

    Selain protokol umum seperti mencuci tangan dan menjaga gizi seimbang, para petani pun dianjurkan untuk menanam dan mengonsumsi produk empon-empon, seperti wedang umuh, jahdape, dan kunir asem. Tanaman empon-emponan itu secara klinis dapat meningkatkan kemampuan tubuh menangkal virus Covid-19. Para penyuluh turut berperan dalam mengedukasi para petani tentang protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. 

    Peran penyuluh, menurut Aruna memang semakin penting di mata para petani. Apalagi, di tengah pandemi  covid-19 ini, bakteri Xanthomonas Oryzae (hama keresek daun) sedang mewabah. Wabah hama ini membuat daun pada tanaman padi miliknya menjadi kering (keresek). 

    Belum selesai, hama wereng juga ikut mengintai dan menyerang tanaman padi di lahan miliknya tersebut. Beruntungnya para penyuluh secara aktif memberikan informasi tentang serangan hama.

    Produktivitas di Desa Nunuk pun terbilang cukup tinggi. Rata-rata panen padi berkisar tujuh hingga sembilan ton per hektare (ha). Sementara harga jual gabahnya Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram (kg) gabah kering panen (GKP). 

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan, Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Indramayu dalam jumlah cukup besar. Mulai dari bibit, alat mesin pertanian (alsintan), mesin penggilingan dan bantuan asuransi, hingga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karena itu, kondisi pertanian di Indramayu dalam bidang produksi padi saat ini masih tertinggi di Jawa Barat. 

    "Kami tetap optimistis dan terus mempertahankan produksi padi ini meningkat pada angka 1,5 juta ton gabah kering. Terlebih pada Maret dan April, ini walau tengah dilanda virus korona, produksi padi dan jagung tetap tinggi. Petani panen raya," kata Takmid.

    Takmid menyebutkan, luas panen padi Indramayu pada Maret 2020 sebesar 3.677 ha dan April 10.573 ha. Adapun harga GKP saat ini sangat menguntungkan petani, yakni Rp5.300 per kg. Sementara luas panen jagung pada Maret ini mencapai 265 ha. Prediksi luas panen April seluas 530 ha. 

    “Harga jagung pun membuat petani tersenyum, Rp 4.000 per kilogram pipil kering panen," ujarnya. 

    Optimisme yang sama juga turut digaungkan dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan saat ini, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi covid-19. 

    “Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan semangat bagi keluarga besar Kementan dan semua pelaku pembangunan pertanian,” katanya. 




    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id