Bulog Pastikan Kelancaran Stabilisasi Harga Pangan

    Ilham wibowo - 22 Mei 2020 11:49 WIB
    Bulog Pastikan Kelancaran Stabilisasi Harga Pangan
    Dirut Perum Bulog (Persero) Budi Waseso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Dirut Perum Bulog (Persero) Budi Waseso memastikan stabilisasi harga bahan pokok beras dan gula melalui operasi pasar yang dilaksanakan di seluruh Indonesia berjalan lancar. Monitoring dilakukan terus menerus selama pandemi covid-19 dan momentum Ramadan.

    "Harga beras sudah kembali normal sejak awal kemunculan wabah ini pada awal Maret lalu, sedangkan harga gula mulai terasa normal sejak Bulog melakukan operasi pasar khusus gula secara serentak di Tanah Air sejak awal Mei 2020," kata Budi melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Mei 2020.

    Pria yang akrab disapa Buwas ini mengemukakan bahwa tidak ada alasan untuk menaikkan harga di tengah situasi saat ini. Penanganan soal harga dan ketersedian beras dengan segera ditangani Bulog lewat distribusi yang cepat dari gudang-gudang terdekat.

    Perusahaan pelat merah tersebut juga menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai Bulog sebesar 1,4 juta ton yang tersebar merata di seluruh Indonesia.

    Harga beras kini berkisar di harga Rp11.750-Rp12.000 per kilogram (kg), sedangkan harga gula di pasaran ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET, ketetapan pemerintah) senilai Rp12.500 per kg. Bulog sendiri menjual gula seharga Rp11.900 per kg.

    "Stabilisasi harga adalah tugas dari pemerintah, Bulog akan habis-habisan melaksanakan amanah tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih di tengah situasi krisis seperti sekarang," ungkapnya.

    Mengenai urusan gula, Buwas menjelaskan bahwa pada 5 Mei lalu, pihaknya telah menggelontorkan sedikitnya 22 ribu ton gula yang baru datang dari India dan langsung didistribusikan ke seluruh Indonesia guna menjamin stabilisasi harga dan ketersediaan stok gula di masyarakat. Impor gula tersebut baru sebagian dari izin impor yang diberikan Kementerian Perdagangan dari total permintaan sebanyak 50 ribu ton.

    "Sejak awal kami sudah mengantisipasi kelangkaan gula dan minta kuota impor gula pada akhir 2019, namun izin impor Bulog baru diberikan pada 7 April 2020 sehingga menyebabkan suplai gula terlambat," kata Mantan Kabareskrim itu.

    Pada beberapa waktu sebelumnya jelang Ramadan, harga gula pasir di tingkat konsumen hingga Rp20 ribu per kg sehingga perlu intervensi yang masif dari pemerintah. Dengan stok yang dikuasai, Perum Bulog sangat optimistis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp12.500 per kg.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id