Pemerintah Bakal Luncurkan Kartu Prakerja di Daerah Rawan PHK

    Eko Nordiansyah - 17 Maret 2020 19:38 WIB
    Pemerintah Bakal Luncurkan Kartu Prakerja di Daerah Rawan PHK
    Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
    Jakarta: Pemerintah berencana mempercepat peluncuran kartu prakerja dari akhir Maret menjadi pekan ini. Sebagai langkah awal, pemerintah melakukan uji coba kartu prakerja di tiga daerah yang dianggap sudah mulai dilanda pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan ketiga wilayah yang akan diuji coba yakni Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Pemerintah juga menggandeng sembilan digital platform untuk bekerja sama dalam penerapan kartu prakerja tersebut.

    "Ini momentumnya kita sangat berharap, kartu prakerja menjadi salah satu solusi pada saat nanti beberapa sektor misal pariwisata, penunjang wisata sudah mulai PHK," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Maret 2020.

    Setelah tiga daerah tersebut, pemerintah bakal memperluas pelaksanaan kartu prakerja di tiga wilayah lain yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Alasannya, lanjut Susiwijono, adalah ketiga wilayah ini memiliki jumlah pencari kerja serta angkatan kerja yang cukup banyak.

    Dia menambahkan nantinya korban PHK bisa melakukan pengajuan untuk melakukan kursus pendidikan dan pelatihan melalui kartu prakerja. Para pemegang kartu prakerja ini akan mendapatkan pelatihan secara online sehingga bisa meningkatkan kapasitasnya.

    "Sehingga walaupun posisinya kena PHK, bisa upgrade, up skilling reskilling dan update komptensi sehingga punya kemampuan lebih dan bisa cari pekerjaan baru lebih baik atau wirausaha," jelas dia.

    Menurut Susiwijono, kartu prakerja diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi para korban PHK akibat tekanan ekonomi dari virus korona. Saat ini pemerintah baru mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.  

    "Ini waktunya social distancing, sehingga dorong pelatihan online dan juga waktunya lagi dampak covid-19 beberapa sektor sudah PHK, kami carikan solusi bagaimana teman-teman PHK bisa dapatkan kartu prakerja untuk peningkatan kompetensi," pungkasnya.

    Kartu ini akan didesain melalui implementasi akses 1,5 juta kartu digital dan 500 ribu kartu reguler sehingga total ada dua juta peserta. Kartu prakerja diberikan pada para penggangguran yang sedang mencari pekerjaan maupun korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
     
    Setiap peserta akan memperoleh insentif Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per orang hingga mencapai Rp1,5 juta per jiwa. Dari jumlah itu, pemerintah menganggarkan Rp10 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id