Pengelolaan Pupuk Bersubsidi oleh Kementan Dinilai Baik

    M Studio - 14 Mei 2021 23:19 WIB
    Pengelolaan Pupuk Bersubsidi oleh Kementan Dinilai Baik
    (Foto:Antara/Dedhez Anggara)



    Semarang: Pengelolaan pupuk bersubsidi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) menuai apresiasi dari Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti. Pengelolaan pupuk subsidi oleh Kementan dinilai sudah baik.

    Selain itu, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengelolaan pupuk bersubsidi yang dilakukan Kementan selama ini pun telah berjalan baik.

     



    "Kita patut memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah berusaha untuk mewujudkan ketersediaan pupuk berkualitas bagi petani,” kata Prof Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti.

    Prof Sucihatiningsih mengatakan, alokasi kebutuhan pokok dalam pembagian tugas terkait pupuk subsidi yang dilakukan Kementan, mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

    Berdasarkan hasil kajian Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), peningkatan subsidi pupuk rata-rata sebesar 14,18 persen per tahun selama 2005-2016 mampu meningkatkan produktivitas padi nasional rata-rata sebesar 1,31 persen per tahun.

    "Kementan sebagai instansi yang paling dekat dengan petani tentu memiliki peranan penting bagi produktivitas pertanian,” ujarnya.

    Oleh karena itu dia menilai Kementan perlu memetakan kebutuhan apa saja yang ada dilapangan terutama kebutuhan pokok dalam input produksi pertanian.

    Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan) menyebutkan memberikan perhatian serius terhadap pupuk bersubsidi.

    "Lewat pupuk subsidi, kita berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, kita terus memperbaiki data dan pola distribusi pupuk bersubsidi," kata Mentan.

    Ditambahkan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, pupuk bersubsidi tidak hanya diharapkan bisa berdampak pada peningkatan produktivitas.

    "Tetapi juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk," kata Sarwo Edhy.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id