Gandeng JPEN, PGN Tambah Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jateng

    Suci Sedya Utami - 17 April 2021 14:30 WIB
    Gandeng JPEN, PGN Tambah Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jateng
    Ilustrasi transmisi gas PGN ke Jawa Tengah - - Foto: Antara/ Wahyu Putro



    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) atau JPEN menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang penyediaan pasokan dan infrastruktur gas bumi di Provinsi Jawa Tengah.

    JPEN merupakan suatu perusahaan daerah milik Provinsi Jateng yang bergerak di bidang hulu dan hilir migas, Energi Baru Terbarukan (EBT), dan jasa penunjang.






    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar menjelaskan MoU ini bertujuan untuk mengkaji potensi kerja sama terkait rencana penyediaan pasokan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) beserta infrastruktur pendukungnya, untuk memenuhi kebutuhan energi di Jateng.

    Potensi pasar di Jateng masih berkembang terutama untuk kawasan industri existing yang menjadi pusat permintaan pasokan gas. Strategi penyaluran yang digunakan menggunakan beberapa moda yaitu gas pipa, CNG, maupun LNG menyesuaikan dengan kebutuhan. Dengan adanya MoU dengan JPEN, diharapkan dapat memberikan support untuk penyediaan infrastruktur CNG.

    “Untuk sumber pasokannya, PGN saat ini memiliki beberapa opsi sumber pasokan gas untuk Jawa Tengah seperti Jimbaran Tiung Biru (JTB), Saka Muriah, dan LNG teluk Lamong,” kata Syahrial dalam keterangan resmi, Sabtu, 17 April 2021.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan kebutuhan gas bumi di Jateng saat ini cukup mendesak. Jateng memiliki potensi geografis yang menguntungkan, diapit oleh dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas. Selain itu juga merupakan tujuan dari dua pipa transmisi.

    Dari sisi konsumen, di Jateng banyak industri yang potensial menyerap gas bumi sebagai energi untuk produksi. Namun kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan supply gas bumi di Jawa Tengah menjadi tidak optimal.

    Saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke 13 pelanggan industri komersial di kawasan industri Tambak Aji dan meluas ke Wijaya Kusuma melalui gas pipa dan CNG, menyalurkan gas bumi ke Pembangkit Tambak Lorok, serta melayani 7.093 rumah tangga. Secara keseluruhan, volume penyerapan gasnya mencapai 23,85 british thermal unit per day (BBTUD).

    Di sisi lain, PGN melihat pertumbuhan ekonomi Jateng yang terus tumbuh seiring dan makin banyak kawasan industri baru yang berkembang. Ada beberapa kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) sebagai pasar potensial gas bumi.


    Infrastruktur gas

    Dengan segala kapabilitas yang dimiliki, PGN berupaya agar pemenuhan kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah dapat terealisasi. Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Gresem) diestimasikan mampu menyalurkan gas bumi sekitar 400 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

    PGN juga tengah menyelesaikan interkoneksi Pipa Gresem dengan Pipa Kalimantan Jawa (Kalija) untuk optimalisasi distribusi gas bumi khususnya sektor industri area Semarang dan Kendal.


    Selain itu, PGN mengupayakan penyelesaian Pipa Jumper dari Tambak Lorok ke Tambak Rejo. Pipa ini diestimasikan selesai pada triwulan II-2021. Apabila sudah terhubung, gas bumi dari Lapangan Kepodang akan diutilisasi dan didistribusikan ke pelanggan-pelanggan potensial di Jateng.

    “Gas dari Lapangan Kepodang diharapkan dapat diutilisasi untuk membangkitkan SPBG Kaligawe, sehingga akan membuat penyaluran CNG di Jawa Tengah menjadi lebih efektif dan efisien. Selama ini kebutuhan CNG Jawa Tengah dipasok dari Jawa Timur,” kata Syahrial.

    PGN optimistis dengan infrastruktur yang terintegrasi dapat mempercepat akses gas bumi yang andal di Jawa Tengah. Sinergi dengan JPEN juga akan semakin memacu upaya realisasi akses gas bumi yang merata dan stabil dengan harga yang lebih efisien di Jateng.

    "Penyaluran gas bumi bagi industri yang yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi dapat menggunakan moda CNG maupun LNG,” pungkas Syahrial.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id