Kemenperin Perkuat Dayang Saing Industri Alat Berat

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 18:35 WIB
    Kemenperin Perkuat Dayang Saing Industri Alat Berat
    Manufaktur. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu industri alat berat bisa semakin berdaya saing dengan memfasilitasi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Salah satu langkah strategisnya melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Setara Diploma I bidang manufaktur alat berat.

    Beberapa waktu lalu, Badan Pengembangan Sumber Daya Industri (BPSDMI) Kemenperin dan PT Komatsu Indonesia telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pelaksanaan program pendidikan vokasi tersebut. Kerja sama ini bersifat tailor made, diselenggarakan selama satu tahun dan lulusannya langsung diserap bekerja di industri.






    "Pelaksanaan program ini pada 2021 telah memasuki angkatan kedua. Pada 2020, sebanyak 19 peserta telah menyelesaikan satu tahun program upskilling (peningkatan kompetensi karyawan) dari hasil kerja sama antara BPSDMI Kemenperin dengan PT Komatsu Indonesia," kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan dalam siaran persnya, Rabu, 7 April 2021.

    Arus mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan bentuk komitmen BPSDMI dalam mendukung dan mengembangkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing untuk industri alat berat. Apalagi, industri alat berat merupakan sektor yang berperan strategis dalam mendukung pembangunan sektor konstruksi dan pertambangan di dalam negeri. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.

    Berdasarkan proyeksi Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat dalam negeri bakal meningkat hingga 30 persen pada tahun 2021 atau mencapai 4.500-5.000 unit. Potensi ini ditopang karena meningkatnya aktivitas sektor konstruksi dan agro seiring pertumbuhan proyek infrastruktur dan utilisasi program biodiesel. Di 2020, produksi alat berat dalam negeri mencapai 3.400 unit.

    Presiden Direktur Komatsu Indonesia Pratjojo Dewo Sridadi menyampaikan, pihaknya bertekad untuk menciptakan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan teknologi saat ini. "Dengan dukungan BPSDMI serta Politeknik STMI Jakarta, kami berharap dapat berkontribusi besar untuk kemajuan industri alat berat di Indonesia," harapnya.

    Setiap tahunnya, Komatsu Indonesia membutuhkan tenaga kerja sebanyak 600 orang dengan minimal lulusan SMK. Peserta program kerja sama ini akan melaksanakan perkuliahan yang berbasis dual system (sistem ganda), di mana perkuliahan diselenggarakan dengan kombinasi teori dan praktik di ruang kelas maupun workshop kampus Politeknik STMI Jakarta serta pelaksanaan kerja langsung di pabrik Komatsu.

    "Jika peserta yang lulus dari program ini akan memiliki kompetensi yang baik untuk meningkatkan produktivitas bagi perusahaan," pungkas Pratjojo.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id