Mentan Dorong Peran Keluarga dalam Ketahanan Pangan Nasional

    M Studio - 18 Oktober 2020 14:05 WIB
    Mentan Dorong Peran Keluarga dalam Ketahanan Pangan Nasional
    Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong semua pihak mulai dari keluarga, untuk berperan dalam penyediaan pangan melalui program Family Farming (Foto:Dok.Kementan)
    Jakarta: Pandemi covid-19 membuat tantangan pangan semakin kompleks. Peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia pun kian meningkat. 

    Sehubungan dengan perayaan Hari Pangan Sedunian (HPS), Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat agar memberi energi untuk berkontribusi bersama dalam menghadirkan sistem produksi hingga pola konsumsi pangan yang lebih bertanggung jawab.

    "HPS 2020 ini harus memberi artikulasi yang baik terhadap pangan. Kita harus bersama–sama menghadirkan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia, yaitu dengan membangun sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan modern," kata Mentan Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2020.

    Sesuai tema HPS tahun ini, yaitu Tumbuhkan, Pelihara, Lestarikan Bersama, Tindakan Kita adalah Masa Depan Kita, Mentan Syahrul mendorong semua pihak mulai dari keluarga, untuk berperan dalam penyediaan pangan melalui program Family Farming. 

    Upaya ini diharapkan mampu melahirkan pahlawan-pahlawan pangan baru yang ikut berperan menghadapi tantangan pemenuhan pangan di Indonesia. 

    “Kebersamaan yang kita bangun dapat menghadirkan program–program baru yang lebih akseleratif. Misalnya, Family Farming. Program ini membuka peluang bagi setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Jika ketahanan pangan keluarga baik, maka ketahanan pangan masyarakat juga pasti baik. Jika ketahanan pangan masyarakat baik, maka ketahanan pangan nasional juga akan baik,” ucap Mentan Syahrul.

    Family Farming diharapkan dapat mendukung gerakan diversifikasi pangan dan penguatan pangan lokal sebagai alternatif pangan nonberas. 

    "Pertanian keluarga juga berpotensi besar dalam mendukung pangan lokal, diversifikasi pangan menjadi pilihan, orang bisa kenyang tidak hanya dengan beras. Berbagai pangan lokal juga bisa menjadi pilihan dan bagian yang harus terus kita dorong,” kata Mentan Syahrul.

    Bertepatan dengan peringatan HPS, Mentan Syahrul menyampaikan apresiasi kepada para petani. Selama ini, petani telah berperan menjadi pahlawan pangan. 

    “Siapa yang telah berjuang dan memberi kekuatan dalam menyediakan pangan untuk negara, mereka layak kita sebut sebagai pahlawan pangan. Kalau beli baju, motor, atau lainnya bisa kita tunda, tapi pangan tidak bisa kita tunda. Masalah perut tidak bisa menunggu,” tutur Mentan Syahrul.

    Sementara itu, Perwakilan FAO (Badan Pangan Dunia) di Indonesia Victor Mol mengatakan, HPS tahun ini dapat menjadi kesempatan kita untuk berterima kasih kepada pahlawan pangan, yaitu petani, nelayan , komunitas hutan dan pekerja di seluruh rantai pasokan makanan. Mereka dalam keadaan apa pun, terus menyediakan makanan untuk komunitas mereka dan sekitarnya.

    Tema HPS tahun ini menyerukan untuk membangun kembali dengan sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih tangguh dan kuat. 
    “Lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan inovasi dan kemitraan yang kuat. Setiap orang memiliki peran untuk dilakukan mulai dari pemerintah, swasta hingga individu untuk memastikan makanan sehat dan bergizi tersedia untuk semua,” ujar Victor Mol.

    Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia ini, FAO berusia 75 tahun. FAO berdiri pada 16 Oktober 1945, beberapa hari sebelum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan. FAO bertujuan membangun pertanian dan menyediakan makanan yang cukup dan bergizi bagi semua orang. 
    Kehancuran akibat Perang Dunia II menimbulkan jutaan korban meninggal dunia akibat perang maupun kelaparan, menjadi latar belakang didirikannya FAO.

    “FAO lahir di tengah bencana. Situasi saat pandemi covid-19 semakin menjelaskan bahwa misi FAO hari ini tak berubah sejak FAO berdiri, 75 tahun lalu. Pandemi covid-19 mengingatkan kita bahwa kecukupan dan keamanan pangan bergizi dan pola makan yang sehat sangat penting untuk semua orang," kata Victor Mol.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id