Omzet Tinggal 15%, Larangan Layanan Dine In Tekan Pengusaha

    Ilham wibowo - 30 September 2020 13:05 WIB
    Omzet Tinggal 15%, Larangan Layanan <i>Dine In</i> Tekan Pengusaha
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengatakan bahwa larangan layanan dine in atau makan di tempat bagi restoran di mal telah menekan omzet. Penjualan pesan antar sejauh ini belum cukup menutupi biaya operasional.

    "Restoran sendiri meminta diperbolehkan dine in, karena omzet tinggal 15 persen sekarang," kata Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah kepada Medcom.id, Rabu, 30 September 2020.

    Menurut Budihardjo, protokol kesehatan telah diterapkan sangat ketat oleh pengusaha restoran, terutama yang lokasinya berada di pusat perbelanjaan. Pada Agustus 2020, sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II di DKI Jakarta, kenaikan pendapatan telah meningkat sebesar 60 persen.

    "Tingkat kunjungan dari omzet saja di bulan delapan itu sudah 60 persen, sudah balik lagi dari awal pandemi. Tapi di DKI ini dengan adanya PSBB (pengetatan) omzet akan terus turun," ujarnya.

    Ia dengan tegas tak sepakat apabila layanan dine in dikaitkan dengan klaster penularan wabah. Selama PSBB pelonggaran, kata dia, karakter masyarakat yang berkunjung ke restoran di mal sudah berubah yakni hanya datang untuk makan, belanja kebutuhan, lalu pulang.

    "Dibandingkan dahulu ada yang hanya jalan-jalan saja ke mal, kalau sekarang yang nongkrong berkurang dan fokus untuk belanja lalu makan dan pulang. Jadi memang sudah terbentuk karakter belanja baru," paparnya.

    Menurutnya, perubahan karakter berkunjung ke mal ini akan meningkatkan keamanan dari penularan wabah. Sejauh ini, kata dia, implementasi infrastruktur protokol kesehatan sesuai standar telah menjadi bagian investasi besar dari pengusaha.

    "Hippindo sudah sangat konsentrasi datangkan traffic pengunjung mal dengan protokol kesehatan yang kuat. Kami investasi banyak, tenaga dan dana agar pemulihan ekonomi bisa terlaksana maksimal," tuturnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id