Mitra Merchant Qasir Capai 700 Ribu Outlet di Tengah Pandemi

    Husen Miftahudin - 27 April 2021 21:55 WIB
    Mitra <i>Merchant</i> Qasir Capai 700 Ribu <i>Outlet</i> di Tengah Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Penyedia teknologi Point of Sales (POS), Qasir menyatakan meluasnya pandemi covid-19 membuat pemanfaatan teknologi digital semakin meningkat. Banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengadopsi teknologi digital agar dapat bertahan dan menjadi pemenang.

    CEO Qasir Michael Williem mengatakan para pelaku UMKM belajar dan berevolusi menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Secara omzet sebenarnya pelaku UMKM mengalami penurunan pada saat pandemi, namun jumlah pelaku usaha UMKM justru meningkat luar biasa besar.






    "Kami melihat jumlah store yang menggunakan layanan Qasir untuk transaksi pembayaran secara cashless tumbuh dari 250 ribu menjadi 700 ribu outlet dari periode ketika pandemi mulai hingga saat ini," ungkap Michael dalam sebuah acara yang digelar secara virtual, Selasa, 27 April 2021.

    Setiap bulannya, lanjut Michael, Qasir mencatatkan jumlah transaksi sebanyak Rp200 miliar sebelum ada pandemi. Namun setelah pandemi, jumlah transaksi yang berhasil diraup Qasir meningkat signifikan hingga mencapai Rp1 triliun setiap bulan.

    Dia bilang jumlah UMKM yang mengadopsi digital meningkat lima kali lipat dalam kurun waktu setahun. Melihat adanya tren peningkatan ini membuat Qasir ke depannya akan terus bekerja keras memberikan layanan terbaiknya kepada para penggunanya.

    "Ke depannya kami berencana akan menambah fitur layanan. Yang pasti fitur layanan yang kami berikan yang friendly sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tunggu saja," jelasnya.

    Di samping itu, Michael juga meminta agar pelaku UMKM untuk siap menghadapi tantangan baru di masa depan. Terkait ini, hal yang paling utama dipersiapkan adalah menerapkan teknologi dan digitalisasi dalam produk dan pelayanan yang diberikan UMKM tersebut.

    "Kalau kita ke masa depan, akan banyak persiapan secara digital yang harus dilakukan oleh UMKM yang mungkin belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya, dan ini yang harus kita lakukan untuk membuat kita siap," tegasnya.

    Sebab, pascapandemi akan memunculkan banyak usaha-usaha baru sebagai hasil evolusi mereka dari ketahanan usahanya. Pelaku usaha seperti ini dinilai akan membawa perkembangan usaha hingga 20 kali lebih cepat dari sebelumnya.

    Di sisi lain, Michael mengungkapkan bahwa pandemi covid-19 membawa perubahan besar pada perilaku konsumen. Dalam hal ini, konsumen memiliki prioritas platform tertentu untuk berbelanja memenuhi kebutuhan mereka.

    "Untuk itu, maksimalkan channel-channel penjualan, seperti lewat Instagram, Facebook, Twitter, e-commerce Tokopedia, Shopee, dan lain sebagainya. Dengan kita berjualan di platform sebesar itu akan banyak kemudahan yang kita dapatkan, user-nya sudah banyak dan mereka siap menyerap produk yang kita jual," tutup Michael.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id