Masa Transisi, Pengadaan Barang dan Jasa Blok Rokan 100% dari Dalam Negeri

    Suci Sedya Utami - 29 April 2021 15:05 WIB
    Masa Transisi, Pengadaan Barang dan Jasa Blok Rokan 100% dari Dalam Negeri
    Blok Rokan. Foto : SKK Migas.



    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) memastikan transisi pengelolaan Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada Agustus berjalan lancar agar produksinya tidak turun.

    Untuk menahan turunnya produksi minyak Blok Rokan, SKK Migas memberikan dukungan dalam percepatan pengadaan barang dan jasa termasuk dukungan persetujuan pengadaan tersebut terutama dengan menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Percepatan pengadaan diperlukan untuk menyelesaikan pengeboran 192 sumur yang ditergetkan oleh CPI dan akan dilanjutkan oleh PHR.






    Saat ini kontrak barang dan jasa untuk kebutuhan 115 sumur telah selesai dilaksanakan, sementara pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan 77 sumur tambahan diperkiraan selesai di akhir bulan ini.

    “Dalam alih kelola blok Rokan ini, SKK Migas akan terus memaksimalkan potensi Blok ini untuk menyuplai kebutuhan produksi migas nasional untuk mendukung produksi minyak satu juta barel di 2030," ujar Plt Deputi Pengendalian Pengadaan Rudi Satwik dalam keterangan resmi, Kamis, 29 April 2021.

    Ia menambahkan dalam upaya menahan laju produksi migas, SKK Migas akan terus mendukung dan mendorong upaya percepatan pengadaan kebutuhan barang dan jasa untuk memenuhi target pengeboran sumur yang telah ditetapkan.

    SKK Migas juga berkomitmen kegiatan operasional Blok Rokan harus mengutamakan penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri, di antaranya dengan mengedepankan partisipasi perusahaan serta tenaga kerja lokal.

    Kepala Divisi Pengelolaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi menuturkan pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan Blok Rokan disuplai sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri serta melibatkan tenaga kerja dalam negeri. Hal ini tentunya akan kembali menggiatkan roda perekonomian dalam negeri terutama dimasa pandemi ini.

    "Upaya-upaya untuk memberikan dampak positif bagi perusahaan nasional dan daerah pada setiap pengadaan, merupakan kolaborasi yang baik antara SKK Migas, CPI dan PHR yang membangun sistem pengadaan yang seamless sehingga mudah-mudahan proses transisi ini menjadi lancar dan memberikan kontribusi positif bagi produksi dan lifting migas nasional," pungkas Erwin.

    Sejak Desember tahun lalu hingga saat ini, CPI telah mengebor 43 sumur yg dilakukan pengeboran dan masih terus akan dilanjutkan program pengeboran diblok rokan. Perlu dicatat bahwa ini merupakan salah satu best effort dari SKK Migas untuk pengeboran 200an sumur di tahun 2021 dan masih akan berlanjut lagi ditahun-tahun berikutnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id