Airlangga: Vaksin akan Wujudkan Target Pertumbuhan Ekonomi hingga 5%

    Al Abrar - 05 Januari 2021 10:44 WIB
    Airlangga: Vaksin akan Wujudkan Target Pertumbuhan Ekonomi hingga 5%
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.
    Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target perekonomian nasional mencapai 4,5-5 persen pada 2021. Airlangga yakin rencana vaksinasi dapat menjadi salah satu game changer yang akan mewujudkan target perekonomian. 

    Optimisme ini muncul setelah melihat kondisi ekonomi Indonesia yang sudah mampu melewati rock bottom pada kuartal kedua 2020, yakni -5,32 persen. Sementara pada kuartal ketiga (Q3) sudah menunjukkan tren positif, yaitu -3,49 persen.

    "Diperkirakan sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi kita minus 2,2 hingga minus 0,9. Namun kita melihat bahwa di Januari ini atau sepanjang 2021 ini APBN kita didesain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka lima persen," tambah Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu dalam keterangan resminya, Selasa, 5 Januari 2021.

    Airlangga juga menyatakan sejumlah lembaga ekonomi internasional seperti Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,4 persen. Sedangkan IMF memprakirakan pertumbuhan ekonomi kita 6,1 persen, dan ADB 5,3 persen. 

    "Tentu kita juga harus melihat dinamika dari pandemi covid," tambah Airlangga. 

    Saat ini dinamika pandemi covid di berbagai negara, seperti di Inggris, telah muncul strain baru. Sejumlah negara ASEAN, seperti Thailand khususnya Kota Bangkok, kembali mengambil langkah pengetatan. Begitu pula di Tokyo, Jepang. 

    Menurut Airlangga, optimisme pemerintah itu harus didorong dengan penanganan pandemi covid-19. Saat ini, tiga juta vaksin sudah dikirimkan ke berbagai daerah. Diharapkan pertengahan Januari 2021 vaksinasi sudah bisa dilakukan secara bertahap.

    Iklim investasi di Indonesia pada 2021 juga diharapkan semakin baik. Airlangga menyatakan salah satu instrumen pertumbuhan itu, yakni dari APBN yang memberi stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat. 

    Kedua, masyarakat cukup percaya diri untuk melakukan konsumsi. Saat ini confident level itu sudah meningkat, konsumsi masyarakat sudah bergerak. 

    Ketiga, pada awal Januari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah kembali ke level 6.100-an sehingga timbul optimisme positif. Keempat, rupiah menguat ke level Rp13.890 per USD pada 4 Januari 2021. 

    Airlangga juga menyatakan, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur sudah 51,3, dan terus konsisten. Masih ada indikator lain, tambah Airlangga, yakni kontainer mulai sulit didapat yang menandakan ekspor Indonesia terus mengalami pelonjakan. 

    "Dasar-dasar ini cukup kuat untuk (secara) fundamental, mengatakan bahwa ekonomi kita pada 2021, dengan berbagai asumsi tersebut, akan lebih baik dibandingkan tahun lalu."

    Vaksinasi terhadap 182 juta penduduk Indonesia juga diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat. Vaksinasi akan dilaksanakan pada pertengahan Januari 2021 sampai kuartal pertama 2022 atau 15 bulan. 

    Saat ini terdapat pula kenaikan harga-harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia seperti kelapa sawit, nikel, tembaga, dan emas juga relatif tinggi. "Demikian pula harga batu bara," ungkap Airlangga.

    Komoditas ini jika didorong dengan hilirisasi yang baik, maka bisa menjadi pengungkit perekonomian. 

    Airlangga mengingatkan, Indonesia masih memiliki pendorong lain pertumbuhan ekonomi, yakni Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari UU Cipta Kerja. Kedua peraturan yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo itu menyangkut masalah lembaga pengelola investasi. Sesuatu yang akan menjadi game changer Indonesia.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id