comscore

Bangun Smelter Aluminium, Adaro Teken Komitmen Investasi USD728 Juta

Eko Nordiansyah - 03 April 2022 11:40 WIB
Bangun <i>Smelter</i> Aluminium, Adaro Teken Komitmen Investasi USD728 Juta
Ilustrasi smelter alumunium - - Foto: dok PT Antam
Jakarta: PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melalui PT Adaro Aluminium Indonesia menandatangani Surat Pernyataan Maksud Investasi (Letter of Intention to Invest) sebesar USD728 juta.
 
Investasi tersebut untuk pembangunan aluminium smelter di Kawasan Industri Hijau Indonesia terbesar dunia, yang sedang digarap oleh PT Kalimantan Industrial Park Indonesia.
 
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Presiden Direktur Adaro Ario Rachmat pada 21 Desember 2021 di Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara tersebut juga disaksikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
 
"Melalui investasi ini, Adaro berharap dapat membantu mengurangi impor aluminium, memberikan proses dan nilai tambah terhadap alumina serta meningkatkan penerimaan pajak negara," kata Ario dalam keterangan resminya, Minggu, 3 April 2022.

?Sejalan dengan komitmen Adaro untuk melakukan transformasi bisnis melalui green initiative jangka panjang, ia menambahkan, maka Adaro melakukan investasi untuk membangun aluminium smelter guna mendukung program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah. 
 
"Adaro juga berharap keberadaan industri aluminium di Kalimantan Utara ini dapat mendatangkan banyak investasi lanjutan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebelumnya, PT Adaro Energy Indonesia membangun kawasan industri hijau di Kalimantan Utara. Melalui Adaro Minerals, perusahaan tersebut membangun industri pengolahan aluminium dan bahan lain yang diperlukan kendaraan listrik.

"Hilirisasi kami jalankan sesuai dengan visi Bapak Presiden," ujar Presiden Direktur Adaro Energi Indonesia, Garibaldi Thohir, di Los Angeles, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 Maret 2022.

Dengan program hilirisasi, bahan mentah mineral tidak bisa langsung diekspor. Bahan mentah harus diolah terlebih dahulu untuk bisa diekspor. "Sekarang jadi dapat banyak nilai tambah," kata pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir itu. 

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id