comscore

Mentan: Peran Petani Milenial Akselerasi Pembangunan Pertanian RI

Husen Miftahudin - 24 Mei 2022 20:07 WIB
Mentan: Peran Petani Milenial Akselerasi Pembangunan Pertanian RI
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok PLN.
Jakarta: Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak menumbuhkembangkan petani milenial.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya peran petani milenial dalam rangka pembangunan pertanian masa depan. Menurutnya, di era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia.
 
Syahrul juga menekankan, Kementan terus berupaya untuk mengubah pola pikir generasi muda jika pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan. Terlebih di tengah pandemi saat ini.
 
"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran," jelas Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Mei 2022.
 
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda. "Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia," ucapnya.
 
Dedi menyampaikan, hingga 2024, pihaknya menargetkan untuk mencetak 2,5 juta petani milenial. Sejak saat ini proses penumbuhan petani milenial itu terus dilakukan. Berkolaborasi dengan Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA), Dedi menegaskan kualitas dan kuantitas petani milenial terus digenjot.
 
Salah satu komitmen pemerintah dalam memfasilitasi tumbuh kembang generasi milenial di Indonesia adalah dengan hadirnya program Youth Entrepreneurship Employment and Support Services (YESS) yang merupakan kerja sama antara Kementan dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
 
Dalam upaya memfasilitasi petani muda di Kalimantan Selatan (Kalsel), Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalsel mengadakan Workshop Gender Equality and Social Inclusion (GESI).
 
Project Manager Program YESS Kalsel Angga Tri Aditya Permana menyampaikan bahwa program YESS menjadi solusi regenerasi petani. Tak hanya melibatkan kaum pria program YESS memberikan perhatian khusus pada kaum perempuan serta penyandang disabilitas.
 
"Workshop ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta terhadap GESI bagi program YESS terkait teknis dan metode Fasilitator Muda sebagai ujung tombak rekrutmen Calon Penerima Manfaat (CPM) terkait GESI di lapangan nantinya," tutup Angga.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id