comscore

Program Makmur Sukses Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Tebu Kediri

Husen Miftahudin - 01 Juli 2022 18:24 WIB
Program Makmur Sukses Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Tebu Kediri
Panen dan tanam tebu dalam program Makmur di Kediri, Jawa Timur. Foto: dok Pupuk Indonesia.
Kediri: Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gusrizal menyebut program Makmur berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tebu di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

"Hasil produktivitas tebu naik dari 116,5 ton menjadi 159,7 ton per hektare atau sekitar 37 persen. Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang naik dari Rp25,8 juta menjadi Rp46,5 juta per hektare di lahan Kecamatan Ngadiluwih ini," ungkap Gusrizal dalam acara panen dan tanam tebu Bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Juli 2022.
Lebih lanjut Gusrizal menyebutkan pada 2022 Pupuk Indonesia memiliki target program Makmur pada lahan seluas 250 ribu hektare untuk semua komoditas. Hingga Mei 2022, program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 140.108 hektare dengan jumlah petani yang mengikutinya sebanyak 66.474 orang.

Melalui anak usahanya, PT Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia turut mendukung peningkatan produktivitas tebu. Komitmen ini diwujudkan dengan memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di tingkat distributor dan kios. Selain pupuk, Pupuk Indonesia juga turut mengawal budidaya pertanian pada 31 ribu hektare lahan tebu milik PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
 
Baca juga: Capai 140 Ribu Ha, Realisasi Program Makmur Pupuk Indonesia Sudah 56%


Selain PTPN dan RNI, program Makmur di Kediri ini juga melibatkan sejumlah stakeholder penting lainnya, seperti Pemerintah Kabupaten Kediri, BNI, dan sebagainya. Dengan demikian, program Makmur ini menjadi kolaborasi di antara perusahaan BUMN, sekaligus ekosistem yang saling terintegrasi dan berkelanjutan yang melibatkan stakeholder pada hulu dan hilir bidang usaha pertanian.

"Pastinya dalam perjalanan program Makmur ini menghadapi berbagai tantangan, namun syukur alhamdulillah pada hari ini kita dapat melakukan panen dan sekaligus menanam tebu. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada gula sampai dengan 2024 yang akan datang," jelas Gusrizal.

Makmur merupakan program yang diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021. Program yang memiliki makna 'Mari Kita Majukan Usaha Rakyat' ini memberikan pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani.

Mulai dari informasi dan pengelolaan budi daya tanaman, digital farming, hingga mekanisme pertanian. Selain itu juga disiapkan akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian, serta adanya offtaker atau jaminan pembelian hasil panen.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id