comscore

UKM Makanan Minuman Didorong Rambah Pasar Singapura dan Malaysia

Eko Nordiansyah - 17 Desember 2021 10:20 WIB
UKM Makanan Minuman Didorong Rambah Pasar Singapura dan Malaysia
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggandeng Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan RI untuk membuka akses pasar sektor usaha makanan minuman (mamin) buatan Indonesia di Singapura dan Malaysia.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R Gerald Setiawan Grisanto mengatakan penjajakan perluasan akses berupa business matching dilakukan melalui Business Indonesia Singapore Association (BISA) yang merupakan distributor produk makanan minuman Indonesia ke Singapura, serta buyers dari Malaysia.

 



Melalui business matching ini, lanjutnya, diharapkan para pelaku usaha mendapatkan peluang akses pasar baru. Selain itu, kegiatan ini menjembatani pemenuhan kebutuhan akan informasi yang harus diketahui oleh para pelaku usaha Indonesia secara langsung dari potential buyers, jenis produk, standar kualitas produk, dan persyaratan lainnya.

"Yang diinginkan pasar di Singapura dan Malaysia, serta pengalaman lainnya yang dialami," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 17 Desember 2021.

Pada kesempatan tersebut para buyers dari Singapura dan Malaysia didampingi oleh Atase Perdagangan Singapura dan Malaysia. Business matching yang diselenggarakan melalui daring melibatkan 21 pelaku usaha di sektor mamin dari berbagai provinsi yang juga merupakan mitra binaan Coaching Program for New Exporters (program CPNE) sejak 2016 hingga 2021.

Ia menambahkan, LPEI juga memiliki serangkaian program yang terintegrasi untuk membantu mengatasi kendala dan hambatan yang dihadapi oleh para pelaku UKM berorientasi ekspor baik dari aspek finansial maupun non-finansial atau dikenal dengan Program Jasa Konsultasi.

LPEI memberikan pelatihan melalui Program CPNE bagi pelaku UKM berorientasi ekspor atau yang belum melakukan ekspor secara mandiri, mencari peluang pasar di era digital melalui Program Marketing Handholding, dan pendampingan kepada kelompok/klaster yang berpotensi untuk melakukan aktivitas produksi komoditas unggulan secara berkelanjutan.

"Dengan tujuan peningkatan kapasitas masyarakat daerah serta pengembangan komoditas unggulan desa melalui Program Desa Devisa," ujar dia.

Para mitra binaan

Gerald menjelaskan, para mitra binaan LPEI yang dinilai siap atau bankable dapat diberikan pembiayaan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek pembiayaan yang cermat dan seksama. Sebagai contoh ada mitra binaan CPNE asal Jawa Tengah bergerak di sektor komoditas briket arang batok mendapatkan fasilitas pembiayaan PKE UKM di era pandemi ini.

"Dan adanya fasilitas tersebut membantu kegiatan operasionalnya bahkan masih dapat melakukan ekspor ke kawasan Asia Timur Tengah," ungkapnya.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, LPEI menjalin kerja sama dan bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelaku UKM berorientasi ekspor secara finansial maupun non-finansial guna membantu meningkatkan daya saing produk maupun jasa di pasar global.

"Hingga November 2021, terdapat 2.706 pelaku UKM yang berasal di 15 kota telah mengikuti pelatihan baik secara hybrid maupun daring dan 75 pelaku usaha yang telah berhasil melakukan ekspor perdana melalui Program CPNE," pungkas dia.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id