Industri Modifikasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

    Ilham wibowo - 31 Juli 2020 17:35 WIB
    Industri Modifikasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
    Ilustrasi industri modifikasi otomotif - - Foto: Medcom/ Ahmad Garuda
    Jakarta: Pembalap Indonesia Rifat Sungkar meyakini dukungan terhadap industri modifikasi otomotif akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Pasalnya, sektor ini membutuhkan produk industri pendukung buatan lokal dan jasa inovasi desain.

    Menurut Rifat, kualitas pengerjaan modifikasi kendaraan oleh pelaku kreatif di Indonesia sudah mendunia. Berbagai penghargaan bahkan pernah diraih dalam beberapa even otomotif tahunan seperti di Italia, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.

    "Karya builder dan modifikator Indonesia juga sudah diakui dunia, banyak motor maupun mobil hasil karya Tanah Air menjadi best custom maupun best restoration di mancanegara," ujar Rifat melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Juli 2020.

    Rifat menuturkan bahwa industri custom dan modifikasi otomotif Tanah Air mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup besar. Sektor ini juga potensial memberi sumber pendapatan pajak baru bagi negara dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang merata.

    "Mungkin karena skala ekonominya dianggap belum terlalu besar maka belum mendapat perhatian yang khusus dari pemerintah. Padahal industri custom ini sudah berkembang di semua provinsi di Indonesia," ungkap dia.

    Industri modifikasi, lanjut Rifat, masih memerlukan dukungan dan pembinaan yang lebih besar dari pemerintah. Fokus yang perlu dilakukan yakni mengizinkan pengiriman motor dan mobil klasik yang ada di Indonesia ke luar negeri dan melarang ekspor mobil klasik kecuali replika atau kit car.

    "Aturan tersebut sebaiknya diubah menjadi kebalikannya. Boleh mendatangkan motor-mobil klasik dan melarang ekspor. Kalau tidak dilarang kita bakal kehilangan heritage produk otomotif yang ada di Indonesia dan di saat bersamaan pemerintah mendorong ekspor hasil modifikasi kita ke luar negeri," papar Rifat.

    Dalam rangka memajukan ekonomi kreatif nasional di bidang otomotif, Rifat juga memandang perlunya dukungan Pemerintah dari sisi perpajakan. Program tax amnesty yang pernah dijalankan pemerintah dapat juga diberlakukan untuk industri custom maupun modifikasi.

    Selama ini mobil dan motor hasil custom maupun modifikasi, termasuk mobil klasik, sangat kesulitan mendapatkan legalitas untuk dikendarai secara umum. Jenis produk ini terkendala dalam hal pajak dengan berbagai alasan seperti mesin hilang, nomor bodi karatan dan kejelasan administrasi penyerta.

    "Jika ada tax amnesty versi otomotif bagi mobil motor kustom, klasik dan mobil motor lainnya yang tidak ada identitasnya agar supaya diakui dan dibuat legal, itu merupakan potensi sumber pemasukan baru bagi negara," ujar anggota Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini.

    Lebih lanjut, Rifat pun sepakat dengan  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang mendukung agar industri custom dan modifikasi kendaraan diberikan ruang berkembang. Menurut Rifat, pandangan Bamsoet memberi angin segar bagi para pelaku industri custom dan modifikasi dalam menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi.

    "Bangsa Indonesia sudah lama dikenal memiliki kreativitas tinggi dalam hal seni dan kerajinan tangan, itu terlihat dari mahakarya yang ada di Indonesia. Bukti yang paling nyata adalah candi Borobudur," ucapnya.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id