Alasan Indonesia Sulit Ambil Peluang dari Resesi Singapura

    Ilham wibowo - 15 Juli 2020 13:44 WIB
    Alasan Indonesia Sulit Ambil Peluang dari Resesi Singapura
    Ilustrasi. Foto: AFP/Roslan Rahman
    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut situasi resesi yang dialami Singapura momentumnya sulit dimanfaatkan Indonesia. Resesi di Singapura terjadi karena turunnya kinerja dan kontribusi ekonomi di sektor konstruksi, retail, dan pariwisata.

    "Selain sektor pariwisata, sektor-sektor ini lebih berorientasi domestik sehingga tidak ada yang bisa dialihkan ke Indonesia," kata Waketum Apindo Shinta Widjaja Kamdani kepada Medcom.id, Rabu, 15 Juli 2020.

    Menurut Shinta penurunan kontribusi sektor jasa pariwisata Singapura pun tidak bisa dialihkan ke Indonesia lantaran pasar pariwisata global sedang turun drastis. Tak hanya itu, Indonesia juga telah menempatkan travel restriction yang sama dengan Singapura.  

    "Jadi tidak ada juga transaksi perdagangan jasa pariwisata atau investasi jasa pariwisata yang bisa dialihkan ke Indonesia dari Singapura selama resesi ini," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional ini.

    Shinta menuturkan bahwa peralihan transaksi dagang dan investasi dari Singapura pada dasarnya bisa terjadi bila jasa serupa di Indonesia lebih efisien atau lebih kompetitif dari jasa yang mengalami resesi di Singapura. Kemudian Iklim usaha di Singapura secara keseluruhan terganggu stabilitasnya secara lebih drastis dibanding iklim usaha di Indonesia.

    Meski demikian, kata dia, peralihan transaksi ekonomi tidak akan otomatis terjadi hanya karena Singapura mengalami resesi. Terlebih pengguna jasa di negara tersebut kembali meningkat sebelum kebijakan pembatasan berakhir.

    "Sangat sulit menciptakan peralihan transaksi ekonomi baik dagang maupun investasi dari Singapura ke Indonesia, meskipun Singapura dalam kondisi resesi seperti saat ini," tuturnya.

    Di masa mendatang, lanjut Shinta, Indonesia masih tetap perlu meningkatkan daya saing iklim investasi nasional menjadi lebih bisa diprediksi dan stabil untuk investasi asing. Peningkatan daya saing sektor jasa nasional dari segi efisiensi maupun reliability juga perlu dilakukan sesegera mungkin.

    "Kalau tidak, kondisi ini (resesi Singapura) tidak akan pernah menjadi menguntungkan untuk Indonesia," pungkasnya. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id