Pandemik Korona Ganggu Pertumbuhan Listrik

    Suci Sedya Utami - 17 Maret 2020 09:19 WIB
    Pandemik Korona Ganggu Pertumbuhan Listrik
    Ilustrasi. Foto : MI/PANCA SYURKANI.
    Jakarta: Penyebaran virus korona (covid-19) di Tanah Air berpotensi penghambat pertumbuhan listrik nasional.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) mengatakan pihaknya memerlukan waktu untuk mengevaluasi dampak wabah korona terhadap pertumbuhan listrik.

    Hal ini penting karena beberapa kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) tentu akan meningkatkan listrik untuk jenis konsumen rumah tangga karena banyak yang akan menghidupkan laptop di rumah.

    Rida juga menjelaskan bahwa dengan bekerja dari rumah tentunya banyak pelanggan jenis industri yang mengurangi konsumsi listriknya. Tentu hal ini mempengaruhi perhitungan. Apalagi, industri menjadi penyumbang utama konsumsi listrik.

    "Kalau untuk rumah tangga kayaknya bakal nambah, apalagi orang disuruh stay di rumah kan, terus hidupin laptop. Tapi kita butuh waktu untuk evaluasi karena yang saya takutkan industri tutup," kata Rida di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020.

    Namun demikian, yang perlu ditegaskan menurut Rida saat ini yaitu menjamin pasokan listrik yang handal dan tidak terganggu di tengah pandemik korona. Ia telah berkoordinasi dengan pihak PT PLN (Persero) untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IERS) Fabby Tumiwa mengatakan melihat situasi penyebaran virus saat ini secara langsung akan mempengaruhi proses bisnis dan keputusan investor. Banyak keputuan yang tertunda dan mengalami keterlambatan.

    Menurut Fabby, dalam jangka pendek kemungkinan konsumsi listrik akan menurun. Ia memperkirakan kemungkinan baru kembali normal di akhir kuartal kedua atau awal Semester tahun ini.

    "Dengan kondisi seperti itu investasi di sektor energ khususnya listrik mungkin tidak akan optimal. Perkiraan saya pertumbuhan listrik tahun ini di angka 4,2-4,5 persen dengan pertumbuhan ekonomi 4,7-4,8 persen," jelas Fabby.

    Adapun berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, target pertumbuhan listrik tahun ini sebesar 7,30 persen. Meningkat dari tahun lalu yang sebesar 6,40 persen.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id