Potensi Kekeringan, Penanaman Padi Dipercepat

    M Studio - 17 Mei 2020 15:10 WIB
    Potensi Kekeringan, Penanaman Padi Dipercepat
    Kelompok Tani (Poktan) Limbang Seppe, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, melakukan percepatan tanam mengantisipasi kekeringan (Foto:Dok.Kementan)
    Takalar: Isu terkait ancaman kekeringan di tengah wabah covid-19 membuat penyuluh pertanian makin bersemangat mengawal petani melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan ketersediaan air.

    Salah satunya seperti yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Limbang Seppe, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

    Menurut Penyuluh Pertanian Swadaya Isra, luas lahan yang dimiliki Poktan Limbang Seppe 25 hektare dalam satu hamparan dan semuanya merupakan sawah tadah hujan. 

    Ketersediaan air yang bersumber dari air hujan perlu disikapi dengan segera melakukan pengolahan tanah. Hal ini karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi, khususnya saat musim hujan. 

    "Kami terus berusaha memberikan motivasi kepada petani agar semangat dalam melakukan olah tanah dan olah tanam. Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi kekeringan, maka kami sebagai penyuluh swadaya harus ikut berkontribusi dengan melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman, salah satunya dengan mempercepat tanam," tutur Isra.

    Selain itu, salah seorang petani dari Poktan Limbang Sippe, Daeng Tanganga, juga mengatakan sebagai petani, dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi pupuk, benih bersubsidi dan semua sarana yang dibutuhkan, seperti mesin hand traktor dan air.

    “Khusus mesin hand traktor, kami bisa sewa kepada pemilik, tapi kalau air tidak tersedia, pasti menyulitkan kami. Makanya karena saat ini air masih tersedia dengan baik, kami segerakan pengolahan lahan," ujar Daeng.

    Pada tahun sebelumnya, saat musim tanam kedua Daeng maupun petani lain di wilayah tersebut menanam dengan bantuan air hujan. Hal ini kadang bertahan hingga memasuki bulan ketiga. 

    "Jika musim kedua sudah tidak ada hujan, maka kami baru gunakan pompa air," kata Daeng.

    Apa yang dilakukan oleh penyuluh dan petani di Kabupaten Takalar sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Mentan menegaskan dalam kondisi apapun, termasuk saat dan pasca pandemi covid-19, penyuluh dan petani bergerak bersama melakukan percepatan tanam.

    "Kita harus gencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya. Sehabis panen, langsung tanam lagi. Jika ini bisa kita akselerasi, krisis pangan tidak akan menyentuh Indonesia," kata Mentan.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para penyuluh pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. 

    “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” ucap Dedi.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id