Butuh Reaktivasi Ekonomi Cegah Kemiskinan di Tengah Pandemi Covid-19

    Medcom - 18 September 2020 15:16 WIB
    Butuh Reaktivasi Ekonomi Cegah Kemiskinan di Tengah Pandemi Covid-19
    Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, 17-19 September 2020. Foto: Yayasan Papua Muda Inspiratif
    Jakarta: Butuh reaktivasi kegiatan ekonomi untuk mencegah kemiskinan di tengah pandemi covid-19. Reaktivasi ekonomi ini pun harus tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

    "Reaktivasi ekonomi, sosial, dan budaya penting dilakukan agar mata rantai covid-19 bisa diputus dan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap berjalan," kata Kepala Sub-Bidang Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Triyanto, melalui keterangan tertulis Jumat, 18 September 2020.

    Triyanto melanjutkan, reaktivasi memungkinkan gelombang kemiskinan dan pengangguran tidak terus melebar. Pernyataannya ini dikemukakan saat mengisi acara pada rangkaian Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, 17-19 September 2020.

    "Pandemi covid-19 membuat 50 persen pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) tidak dapat bertahan dalam beberapa bulan ke depan. Ini diakibatkan terjadi penurunan pendapatan secara tajam," ujar dia.

    Agar tak semakin parah, Yayasan Papua Muda Inspiratif bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengadakan pelatihan ini. Pelatihan melibatkan Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Dinas Perindagkop Kabupaten Manokwari.

    Ketua Yayasan Papua Muda Inspiratif Rini Modouw mengatakan gaung suara para pemuda di Manokwari memberikan harapan baru tentang prospek Papua ke depan, terutama dalam menghidupkan UMKM. Menurutnya, semangat pemuda ini harus terus dipupuk untuk mempercepat pembangunan SDM unggul dan pengembangan ekonomi masyarakat Papua, terutama generasi muda orang asli Papua (OAP). 

    "Sebanyak 60 peserta pelatihan ini adalah cikal bakal entrepreneur muda. Mereka diharapkan menjadi agen perubah dan penggerak ekonomi masyarakat," kata Rini.
     
    Rini mengatakan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kompetensi SDM di sektor UMKM. "Agar lebih inovatif dan bisa bersaing dengan dunia global, khususnya menghadapi masa new normal ini," kata dia. 

    Sebanyak 60 Peserta hadir dalam pelatihan. Mereka merupakan pengusaha mikro asli Papua dengan rata-rata berusia 20 hingga 40 tahun.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id