comscore

Ekspor Perikanan Jangan Bergantung ke Produk Mentah

Antara - 24 Mei 2022 11:52 WIB
Ekspor Perikanan Jangan Bergantung ke Produk Mentah
Produk mentah sektor perikanan. Foto : Medcom.id.
Jakarta: Pengamat kelautan Abdul Halim menyatakan ekspor sektor perikanan harus didorong ke arah barang olahan agar jangan lagi bergantung kepada produk mentah.

"Kami berharap bentuk ekspor perikanan hari ini tidak bergantung semata-mata kepada produk bahan mentah," katanya dikutip dari Antara, Selasa, 24 Mei 2022.
Untuk itu, ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu, diharapkan ke depannya berbagai produk yang diekspor dari sektor perikanan ke berbagai negara tujuan atau sasaran adalah produk barang minimal setengah jadi atau barang jadi.

Ia berpendapat masyarakat terutama di kawasan pesisir bisa mendapatkan manfaat ekonomi jauh lebih besar ketimbang sekadar mengekspor barang mentah ke pasar-pasar luar negeri

"Masyarakat global sudah semakin bergantung kepada pasokan ikan dari negara-negara berkembang, yang dianggap masih memiliki stok cukup besar, di antaranya adalah Indonesia," katanya.

Abdul juga mengajak berbagai pelaku usaha perikanan di dalam negeri, terlebih koperasi-koperasi nelayan yang tersebar di seantero Indonesia agar bisa memaksimalkan ekspor.

Di sisi lain, menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diharapkan pula dapat memfasilitasi koperasi nelayan agar bisa melengkapi dirinya dengan berbagai persyaratan yang diperlukan sehingga pada akhirnya produk yang mereka hasilkan bisa diekspor dan diperdagangkan di luar negeri.

Sebelumnya, KKP mengajak para pelaku usaha memaksimalkan peluang ekspor yang kian terbuka. Selain makin diminati di pasar global, produk perikanan Indonesia bisa menikmati tarif nol persen ke berbagai negara.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti menyebutkan Pemerintah RI telah menyelesaikan dan meratifikasi perjanjian perdagangan dengan beberapa negara antara lain Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE–CEPA) yang beranggotakan Norwegia, Swiss, Islandia dan Lichtenstein, Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA), Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP), dan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

"Dengan adanya perjanjian dagang tersebut, diharapkan peluang akses pasar produk perikanan semakin terbuka mengingat hambatan tarif semakin menurun bahkan dihapuskan," jelasnya.

Artati menyampaikan FAO telah memproyeksikan 90 persen dari produksi ikan akan dikonsumsi sebagai pangan, tepung ikan dan minyak ikan (delapan persen), dan sisanya non pangan lainnya (dua persen) pada 2030. Kemudian, konsumsi ikan per kapita secara global diproyeksikan mencapai 21,2 kg per kapita pada 2030, naik dari rata-rata 20,5 kg per kapita pada 2018-2020.

Selain itu, diproyeksikan juga ekspor ikan konsumsi dunia pada tahun 2030 akan mencapai 44 juta ton (setara berat hidup), kemudian disebutkan pula bahwa sekitar 47 persen ekspor ikan konsumsi dunia akan berasal dari negara-negara Asia.

"Tentu, ini gambaran peluang yang sangat sayang kalau kita lewatkan, jadi mari kita optimalkan semaksimal mungkin," ujarnya.

Berdasarkan data sementara BPS (480 kode HS 8 digit produk perikanan), nilai ekspor produk perikanan periode Januari-Maret 2022 mencapai USD1,53 miliar atau naik 21,62 persen dibanding periode yang sama pada 2021.

Negara tujuan ekspor utama produk Indonesia meliputi Amerika Serikat sebesar USD727,27 juta atau meningkat 29,60 persen dibanding periode tahun sebelumnya, Tiongkok sebesar USD214,39 juta (meningkat 25,32 persen), Jepang USD151,62 juta (meningkat 10,08 persen), ASEAN USD151,26 juta  (meningkat 12,18 persen), dan Uni Eropa USD78,17 juta (meningkat 26,71 persen).

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id