comscore

Kebutuhan Lapangan Kerja Mendesak, Begini Strategi Pemerintah

Eko Nordiansyah - 09 Januari 2022 19:33 WIB
Kebutuhan Lapangan Kerja Mendesak, Begini Strategi Pemerintah
Ilustrasi pekerja dari sektor swasta - - Foto: MI/ Fransisco Carolio
Jakarta: Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan sebanyak 33,2 persen responden menyebut kebutuhan lapangan kerja sangat mendesak dalam mengurangi pengangguran imbas pandemi covid-19.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi nasional yang di dalamnya termasuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
"Dengan kondisi yang sekarang kami jujur mengatakan belum sepenuhnya tapi kalau kita lihat trennya semakin hari semakin naik. Artinya pemerintah di bawah kepemimpinan presiden itu mampu perlahan-lahan melakukan langkah strategi ekonomi untuk menuju perbaikan yang lebih baik," kata dia dalam video conference, Minggu, 9 Januari 2022.

Bahlil menjelaskan jumlah pengangguran saat ini mencapai tujuh juta orang, ditambah dengan angkatan kerja per tahun sebanyak 2,9 juta dan korban PHK akibat pandemi sekitar 5 juta-6 juta orang. Dari jumlah tersebut, kebutuhan lapangan kerja diperkirakan mencapai sekitar 16 juta orang. Sementara penerimaan PNS, TNI/Polri dan BUMN hanya satu juta per tahun.

"Selebihnya ini pasti sektor swasta yang memainkan peran melalui investasi. Nah investasi itu harus didorong untuk menciptakan lapangan kerja dan lapangan kerja berkualitas. Ini yang sedang kita dorong betul. Tahun ini kita menargetkan lapangan kerja kita ciptakan lewat investasi langsung itu 1,2 juta," jelas dia.

Sementara itu, 57 persen struktur perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi dan 31 persen dari investasi. Menurut dia, konsumsi hanya bisa terjadi ketika didukung daya beli masyarakat melalui pendapatan dari lapangan kerja yang disediakan oleh sektor swasta.

Untuk mendorong investasi, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja yang memangkas seluruh birokrasi perizinan sehingga dapat mempermudah masuknya investasi. Selain itu, ia juga mendorong agar lebih banyak entrepreneur agar ikut membuka lapangan kerja.

"Karena dunia usaha kita baru 3,6 persen, idealnya memang kita double digit. Memang kita harus bagaimana mendorong investor baik dalam dan luar negeri, baik yang besar maupun kecil untuk segera mengeksekusi perencanaan investasi mereka. Karena lapangan kerja tidak bisa seluruhnya disediakan pemerintah," pungkasnya.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id