Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari India

    Suci Sedya Utami - 23 April 2021 14:07 WIB
    Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari India
    Ilustrasi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta - - Foto: MI/ Sumaryanto



    Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) memperketat pengawasan terhadap warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara asing (WNA) yang tiba dari luar negeri termasuk dari India. Hal ini menyusul melonjaknya kasus covid-19 di negara Bollywood tersebut.

    Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kemenkes, Imigrasi, Bea dan Cukai, serta maskapai untuk memastikan proses kedatangan penumpang internasional termasuk dari India sesuai prosedur yang ditetapkan.






    "Fasilitas-fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta kami siapkan untuk mendukung pengawasan terhadap penumpang pesawat yang datang dari luar negeri. Kolaborasi juga dilakukan seluruh stakeholder guna kelancaran proses karantina mulai dari bandara hingga ke lokasi karantina,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Jumat, 23 April 2021.

    Kepala KKP Kemenkes Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko mengatakan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes telah menerbitkan surat instruksi kepada Kepala Kantor Pelabuhan di seluruh Indonesia terkait peningkatan pengawasan kedatangan pelaku perjalanan dari India.

    Ia bilang KKP akan melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan terkait jadwal kedatangan penumpang pesawat secara langsung maupun transit dari India dalam kurun waktu 14 hari. Semua WNI atau WNA yang datang dari India harus dalam keadaan sehat.

    "WNI atau WNA yang datang dari India harus membawa hasil pemeriksaan Swab RT PCR dengan hasil negatif yang berlaku 3 x 24 jam saat keberangkatan dari India. Kemudian dilakukan karantina selama 5 x 24 jam, serta dilakukan swab RT-PCR pada saat kedatangan dan pada akhir karantina atau hari ke-5,” ujar Darmawali.

    Adapun Ketua Satgas Udara Penanganan covid-19 Kolonel Pas M.A Silaban mengatakan yang boleh masuk ke wilayah Indonesia WNI atau WNA yang memenuhi persyaratan antara lain membawa surat keterangan tes PCR yang masih berlaku, memiliki KITAS, KITAP, dan kemudian harus langsung melakukan karantina.

    “Terhadap penumpang pesawat rute internasional yang tiba di Indonesia dilakukan pengawasan mulai dari bandara hingga proses karantina, sehingga diharapkan tidak ada kekhawatiran. Stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta berkoordinasi untuk memastikan prosedur dijalankan dengan ketat,” jelas Silaban.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id