Asosiasi: Destinasi Wisata Dikelola Pemerintah Lebih Baik Dibandingkan Swasta

    Antara - 22 Februari 2021 19:07 WIB
     Asosiasi: Destinasi Wisata Dikelola Pemerintah Lebih Baik Dibandingkan Swasta
    Wisata. Foto : MI.



    Padang: Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumatra Barat Ian Hanafiah mengatakan destinasi wisata di daerah itu yang dikelola secara pribadi atau kelompok oleh masyarakat setempat masih abai terhadap protokol kesehatan.

    "Kita tidak membandingkan dengan daerah luar Sumbar ya, namun untuk di daerah ini memang seperti itu dan destinasi yang dikelola pemerintah sudah cukup baik dalam penerapan protokol kesehatan dibanding yang dikelola masyarakat setempat," kata dia, dikutip dari Antara, Senin, 22 Februari 2021.




    Menurut dia, hal ini yang harus jadi perhatian bersama agar pariwisata tetap menggeliat di tengah pandemi dengan memperketat protokol kesehatan di lokasi pariwisata yang kerap menjadi titik keramaian.

    Apabila pemerintah fokus melakukan pembinaan dan pengawasan di lokasi wisata yang dikelola masyarakat tentu akan lebih baik untuk ke depannya, karena kondisi pandemi ini belum tahu kapan akan berakhir. Mulai dari menyiapkan tempat mencuci tangan, pengawasan dan mewajibkan pengunjung menggunakan masker serta mengukur suhu tubuh pengunjung serta tidak berkumpul.

    "Jika ini berjalan dengan baik maka penyebaran covid dapat ditekan dan pariwisata tetap berjalan dengan menerapkan aturan," kata dia.

    Ia mencontohkan saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada November 2020 yang digelar di Sumatra Barat. Hal ini seharusnya menjadi tolak ukur menjamu wisatawan dalam masa pandemi.

    "Alhamdulillah saat itu pelaksanaan kegiatan berjalan sukses dan jumlah kasus melandai," ujar dia.

    Ia mengatakan para wisatawan yang datang saat itu memuji bagaimana ketatnya penerapan protokol kesehatan mulai dari mereka masuk ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman hingga hotel dan lokasi acara.

    "Dengan protokol ketat seperti itu wisatawan merasa nyaman dan jika tidak ketat mereka malah takut karena pemerintah abai terhadap kondisi ini," tambah dia.

    Sementara itu Ian mengakui kedatangan wisatawan lokal di Sumatra Barat sedikit memberikan prospek cerah di masa pandemi covid-19 namun tetap dalam protokol kesehatan.

    "Kita bisa lihat di hari libur panjang Imlek lalu dan libur lainnya sejumlah hotel tetap penuh, mereka datang dari provinsi tetangga seperi Jambi, Riau dan bengkulu," kata dia.

    Pihaknya sangat mendukung pariwisata kembali hidup di Sumatera Barat dan membuat perekonomian bergerak namun di saat pandemi dirinya memahami kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah dalam menekan angka penyebaran covid-19.

    "Kebijakan yang diambil pemerintah tentu sudah melalui kajian dari ahlinya termasuk melakukan buka tutup destinasi wisata. Kita dukung itu agar penyebaran pandemi ini segera berakhir," kata dia.

    Ia mengatakan kondisi pandemi ini belum tau kapan akan berakhir dan kondisi ke depan masih abu-abu atau belum ada kejelasan dan membuat pemerintah membuat aturan yang berganti-ganti.

    "Saat ini kita berharap dari wisatawan daerah tetangga yang berbatasan darat datang dan berlibur dengan protokol. kesehatan dan ini terbukti berjalan sejauh ini," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id