Baja Ilegal Senilai Rp6 Miliar Dimusnahkan

    Medcom - 22 Maret 2021 06:39 WIB
    Baja Ilegal Senilai Rp6 Miliar Dimusnahkan
    Ilustrasi baja. Foto: AFP



    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memusnahkan baja ilegal senilai Rp6 miliar. Pemusnahan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah melindungi konsumen, khususnya industri baja dalam negeri.

    "Pemusnahan 1.130 batang baja profil ilegal senilai Rp6 miliar ini dilakukan di gudang penyimpanan PT SS di Jakarta Utara," kata Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono, melalui keterangan tertulis, Minggu, 21 Maret 2021.

     



    Barang-barang impor tersebut dimusnahkan karena tak dilengkapi dokumen sesuai syarat teknis atau Standar Nasional Indonesia (SNI). Veri menjelaskan, dari hasil pengawasan ke gudang penyimpanan PT SS, ditemukan 237 batang baja profil WF, 158 batang kanal U, dan 735 batang siku. Kesemuanya diketahui tanpa dokumen sesuai syarat teknis atau SNI.

    "Sanksi pidana (terhadap pelanggaran perundangan) diproses Polri. Kami kenai (pelanggar) sanksi administrasi mulai peringatan lisan, tertulis, hingga pencabutan izin impor (SPI)," ujar Veri.

    Dia menambahkan pemusnahan barang ilegal itu guna melindungi konsumen dari sisi keamanan, kesehatan, dan lingkungan (K3L). "Di samping itu juga untuk melindungi industri dalam negeri,” ujar Veri.

    Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Ditjen PKTN, Ivan Fithriyanto, berharap pemusnahan memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan. Di saat sama, pemusnahan ini sekaligus memberikan contoh bagi pelaku usaha lain, terutama importir, agar tidak mengimpor produk berisiko terhadap aspek keamanan dan keselamatan dalam penggunaannya.

    Kegiatan penarikan dan pemusnahan produk-produk yang tidak sesuai SNI ini diharapkan juga berdampak positif bagi peningkatan mutu produk ke depannya. Ivan menjelaskan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan telah memberlakukan aturan wajib adanya kegiatan pengawasan secara berkala dan khusus terhadap produk baja yang beredar di pasaran.

    Baca: Kemenperin Sebut Impor Baja Turun 34%

    Pengawasan dilakukan terhadap produk-produk impor yang tidak memenuhi ketentuan. Hal ini bertujuan untuk menjamin terlaksananya perlindungan konsumen dan mendorong penggunaan produksi dalam negeri.

    "Apalagi, produk yang diimpor dari luar negeri sebenarnya sudah dapat diproduksi di Indonesia, termasuk produk baja profil," kata Ivan. 
       
    Kemenperin mencatat ada penurunan impor baja pada 2020. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, mengatakan tahun 2020 merupakan lembaran baru bagi industri baja nasional. Indonesia berhasil menekan impor baja hingga 34 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id