Lebih Baik dari Proyeksi, Bansos Berhasil Menahan Laju Kemiskinan

    Husen Miftahudin - 15 Februari 2021 15:44 WIB
    Lebih Baik dari Proyeksi, Bansos Berhasil Menahan Laju Kemiskinan
    Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo



    Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2020 mencapai 27,55 juta orang atau naik 2,76 juta jiwa (yoy). Meskipun ada kenaikan, namun angkanya lebih baik dari proyeksi sejumlah lembaga internasional.

    "Meskipun ada kenaikan karena pandemi covid-19, sebetulnya kalau kita bandingkan dengan simulasi dan prediksi, angka kemiskinan dari berbagai institusi atau lembaga betul terjadi kenaikan, tetapi kenaikannya sebetulnya tidak sedalam yang diduga," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 15 Februari 2021.




    Sebagai contoh, dalam laporan Bank Dunia yang terbit pada Juni 2020 berjudul Ex-ante Poverty & Distributional Impacts of Covid-19 in Indonesia, angka kemiskinan Indonesia diprediksi bisa naik 10,7 persen sampai 11,6 persen jika program perlindungan sosial tidak disalurkan.

    Sementara tingkat kemiskinan di Indonesia pada September 2020 hanya sebesar 10,19 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan ramalan Bank Dunia tersebut.

    "Hasil BPS menunjukkan, meskipun terjadi kenaikan, kenaikannya pada September 2020 ini hanya sebesar 0,97 persen (yoy). Jadi ini menunjukkan bahwa berbagai program perlindungan sosial yang dirancang pemerintah selama masa pandemi ini sangat membantu, terutama untuk lapisan bawah," sebut dia.

    Menurutnya, dampak adanya bantuan sosial semakin signifikan ketika pemerintah memperluas program ini. Sebab bantuan sosial ini tidak hanya menyentuh 40 persen lapisan masyarakat bawah, tetapi juga diperluas hingga 60 persen lapisan terbawah.

    "Bisa dipastikan bahwa bantuan sosial dari pemerintah ini, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sangat membantu penduduk pada masa pandemi. Terutama untuk penduduk-penduduk di lapisan bawah," ucap Suhariyanto.

    Adapun salah satu program perlindungan sosial yang dinilai berdampak banyak adalah Kartu Prakerja. Program ini membantu meningkatkan keterampilan masyarakat, termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi.

    Berdasarkan data BPS, sebanyak 89 persen pengguna Kartu Prakerja yang telah menyelesaikan pelatihan menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat dan meningkatkan keterampilan bekerja. Sementara itu, insentif yang diterima digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, modal usaha, ditabung, dan lain sebagainya.

    "Dengan adanya program bantuan sosial dan berbagai program lain yang dirancang pemerintah selama pandemi, ini sangat membantu dan menghambat kenaikan kemiskinan yang lebih tinggi," tutup Suhariyanto.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id