Capaian Hulu Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target APBNP

    Suci Sedya Utami - 11 November 2020 16:52 WIB
    Capaian Hulu Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target APBNP
    Ilustrasi proyek hulu migas. Foto: Medcom/ Suci Sedya
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penurunan kinerja hulu migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) hingga Oktober 2020.

    Kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul
    Syaifudin menyebut untuk produksi siap jual (lifting) minyak dan kondensat sepanjang Januari-Oktober 2020 rata-rata sebesar 82.711 barel per hari (bph). Jumlah itu lebih rendah dibandingkan periode Januari-Desember 2019 sebesar 91.420 bph.

    "Capaian hulu migas di wilayah Kalsul kita bisa lihat datanya lebih rendah dari tahun sebelumnya," kata
    Syaifudin dalam sebuah webinar, Rabu, 11 November 2020.

    Namun, kata
    Syaifudin, bila dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2020 yang sebesar 78.947 bph,  capaian di wilayah Kalsul di atas 100 persen, atau tepatnya 105 persen.

    Adapun kontribusi wilayah kerja di wilayah Kalsul berkontribusi sebesar 12 persen dari lifting minyak nasional yang sebesar 704.522 bph. Target lifting minyak dalam APBNP 2020 secara nasional sebesar 705 ribu bph.

    Sedangkan untuk lifting gas di Wilayah Kalsul sebesar 1.702 juta standar kaki kubik (mmscfd), lebih rendah dari periode Januari-Oktober 2019 yang mencapai 1.864 mmscfd. Namun bila dibandingkan dengan target APBNP yang sebesar 1.597 mmscfd, maka capaiannya di atas 100 persen.


    "Untuk lifting gas Kalsul atas target APBN 2020 sebesar 106,5 persen," ucap dia.

    Ia menambahkan target lifting gas dalam APBNP 2020 sebesar 5.556 mmscfd. Sedangkan realisasi nasional hingga Oktober sebesar 5.464 mmscfd. Kontribusi wilayah kerja Kalsul sebesar 31 persen dari realisasi lifting gas nasional.

    Menurutnya penurunan produksi di wilayah Kalsul dipengaruhi oleh pandemi covid-19 lantaran bersinggungan langsung dengan industri hulu migas yakni pergerakan manusia, material dan pergerakan peralatan.

    "Karena di wilayah operasi kita harus digerakkan dengan orang, enggak bisa digerakkan dari Jakarta, maka kita harus datang ke lapangan," tutur dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id