Mark Dynamic Bidik Target Penjualan Rp1 Triliun di 2021

    Angga Bratadharma - 05 Januari 2021 09:43 WIB
    Mark Dynamic Bidik Target Penjualan Rp1 Triliun di 2021
    Presiden Direktur MARK Ridwan Goh. FOTO: Mark Dynamics Indonesia
    Deli Serdang: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mematok target penjualan pada 2021 bisa naik dua kali lipat dari penjualan di 2020. Jika dirinci target penjualan konsolidasi akan mencapai angka Rp1,061 triliun dengan laba bersih sekitar Rp300,6 miliar di sepanjang tahun ini.

    Memasuki 2021, prospek bisnis produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen terbilang besar dan menjanjikan untuk terus tumbuh. Meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan sarung tangan dan perlengkapan wajib para dokter dan perawat di garda depan penanganan covid-19 masih menjadi faktor penting permintaan produksi sarung tangan.

    Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan kondisi itu berdampak positif bagi MARK yang sudah mengantongi sejumlah kontrak untuk pengapalan pada 2021. Ridwan yakin akan berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Karenanya, ia tidak tanggung-tanggung mematok target penjualan yaitu naik dua kali lipat dari penjualan di 2020.

    Untuk penjualan 2020, lanjutnya, mungkin akan dicapai sekitar Rp548 miliar meski masih menunggu proses audit. Sedangkan di 2021, tambahnya, dengan adanya kenaikan Average Selling Price (ASP) dan penambahan kapasitas hampir dua kali lipat maka target penjualan konsolidasi akan mencapai Rp1,061 triliun.

    Target tersebut dinilai Ridwan sangat realistis setelah mempertimbangkan kondisi pasar saat ini. "Di 2022 nanti, penjualan konsolidasi akan naik 40 persen dari 2021 yaitu menjadi Rp1,474 triliun dan bottom line sekitar Rp433,3 miliar. Laba bersih sekitar Rp300,6 miliar," kata Ridwan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 5 Januari 2021.

    Di 2020, MARK telah meningkatkan kapasitas produksi hingga mampu mencetak 800 ribu bagian per bulan, bahkan tidak membutuhkan waktu yang lama utilisasi kapasitas baru tersebut mencapai titik maksimum hanya dalam dua bulan. Hal itu disebabkan kurangnya pasokan cetakan sarung tangan di pasar global di saat permintaan sedang berada di puncak tertingginya.

    Alhasil, MARK mengalokasikan dana belanja modal kurang lebih Rp150 miliar untuk pembangunan pabrik baru yang ditotalkan akan mampu mencetak 1,4 juta bagian per bulan dimulai dari kuartal II-2021. "Melihat data tersebut, potensi bisnis MARK sangat besar dan terus menjanjikan," klaim Ridwan Goh.

    Sebagai informasi, MARK telah mengakuisisi dua anak perusahaan yang masing-masing bergerak di produk saniter dan agrikultur. Akuisisi dilakukan di semester pertama 2020 dengan kucuran dana sekitar Rp70 miliar. Kedua lini bisnis ini diproyeksikan dapat berkontribusi sebesar 10-15 persen dari total penjualan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id