Mentan Klaim Realisasi Produksi Pangan 2020 Melonjak

    Antara - 09 Juni 2021 21:46 WIB
    Mentan Klaim Realisasi Produksi Pangan 2020 Melonjak
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - - Foto: MI/ Yoseph



    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengklaim realisasi produksi sejumlah komoditas pangan utama meningkat pada 2020. Bahkan melampaui target yang ditetapkan.

    “Capaian produksi padi 2020 mencapai 54,65 juta ton, lebih tinggi 0,09 persen dari produksi 2019,” kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

     



    Beberapa produksi komoditas pangan tersebut seperti jagung, bawang merah, cabai, dan daging sapi atau kerbau. Produksi jagung 23,09 juta ton atau 101 persen, produksi bawang merah 1,81 juta ton atau 113 persen, produksi cabai 2,77 juta ton atau 105 persen, dan produksi daging sapi/kerbau mencapai 0,54 juta ton atau 132 persen.

    Syahrul mnejelaskan program akselerasi ekspor yang dilaksanakan selama tahun anggaran 2020 hingga sekarang telah berdampak positif terhadap peningkatan nilai ekspor pertanian.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk pertanian selama Januari hingga Desember 2020 mencapai Rp451,8 triliun, meningkat 15,79 persen dibandingkan tahun 2019 senilai Rp390,2 triliun.

    “Sementara pada periode Januari sampai April 2021, ekspor pertanian mencapai Rp189,09 triliun, tumbuh 34,97 persen dibanding periode yang sama,” tuturnya.

    Seiring dengan meningkatnya kinerja produksi dan ekspor pangan, Syahrul menyebutkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional turut meningkat, terlebih di masa pandemi.


    “Selama 2020, hampir seluruh sektor ekonomi Indonesia tumbuh negatif, sebaliknya sektor pertanian mampu tumbuh positif,” kata dia.

    Merujuk data BPS, Syahrul menyebutkan pada triwulan II-2020, PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq). Pada triwulan III dan IV, PDB pertanian juga tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

    “Pertanian mampu menjadi penyelamat perburukan resesi ekonomi nasional,” pungkas Syahrul.

    Sementara pada 2022, Kementerian Pertanian berfokus pada perencanaan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id