Tingkatkan Keandalan Infrastruktur Gas di Jateng, PGN Resmikan Jumperline Tambak Lorok

    Suci Sedya Utami - 09 Juni 2021 17:41 WIB
    Tingkatkan Keandalan Infrastruktur Gas di Jateng, PGN Resmikan <i>Jumperline</i> Tambak Lorok
    Ilustrasi jaringan gas PGN. Foto: Dok.MI



    Semarang: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meresmikan pipa jumper atau jumperline Tambak Lorok dari Pipa Transmisi Offshore Kalimantan Jawa Gas (KJG) hingga pipa interkoneksi Tambak Rejo Tambak Lorok (TRTL) guna memenuhi kebutuhan gas di Jawa Tengah yang cukup besar.

    Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto mengatakan, jumperline sepanjang 50 meter ini akan mengalirkan gas dari Lapangan Kepodang dengan estimasi sekitar 10-20 billion british thermal unit per day (BBTUD).

     



    Ia mengatakan, adanya jumperline pipa dapat meningkatkan keandalan dan fleksibilitas infrastruktur termasuk memudahkan PGN untuk memperluas jangkauan pemanfaatan gas bumi ke seluruh sektor selain sektor kelistrikan seperti ke sektor industri, komersial, rumah tangga, dan transportasi di Jawa Tengah.

    "Jumperline juga sangat strategis bagi keandalan pasokan gas multi source dan optimalisasi pemanfaatan gas domestik, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, Rabu, 9 Juni 2021.

    Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz mengatakan, jumperline ini juga dapat menyalurkan gas dari Lapangan Kepodang ke stasiun utama konversi bahan bakar solar ke gas (CNG) Semarang yang bisa dimanfaatkan untuk melayani pelanggan di luar jangkauan pipa. PGN bersama Pertagas Niaga akan berniaga gas melalui Mother Station sebesar ± 3 BBTUD untuk menjangkau wilayah-wilayah baru, dengan tujuan menumbuhkan titik-titik ekonomi baru di Jawa Tengah dan sekitarnya.

    "Demand gas di wilayah Semarang sangat potensial sehingga adanya pipa jumper dapat memenuhi kebutuhan gas di Tambak Aji. Selain itu, gas dapat disalurkan ke SPBG Kaligawe sekitar satu BBTUD, 70 persen untuk armada Trans Semarang kurang lebih 200 unit dan 30 persen untuk retail," papar Faris.

    Di sektor industri, gas bumi juga dapat disalurkan ke industri Demak termasuk PT Aroma Kopi sampai ± 2,5 BBTUD. Hingga saat ini, PGN telah melayani 14 pelanggan komersial industri, enam pelanggan kecil UMKM, dan 13.700 pelanggan rumah tangga di wilayah Jawa Tengah. Total penyaluran gasnya sekitar 17 BBTUD.

    "Optimalisasi infrastruktur distribusi gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi diharapkan berdampak positif bagi kemajuan perekonomian Jawa Tengah. Mengingat dalam waktu dekat tengah menyiapkan uji komersial untuk pengoperasian pipa transmisi gas bumi Gresik-Semarang sepanjang 268 km," ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muchtasyar.

    PGN juga tengah menyelesaikan interkoneksi pipa Gresik-Semarang dengan pipa Kalimantan Jawa (Kalija) yang juga akan meningkatkan pemanfaatan gas bumi yang dari Lapangan Kepodang, sehingga dapat memperkuat keandalan pasokan gas bumi Jawa Tengah.

    "PGN sebagai subholding gas terus mengupayakan keandalan infrastruktur gas bumi, karena hal ini penting demi tercapainya pemenuhan gas bumi. Bersama Pemda Jawa Tengah, PGN Grup akan bersinergi agar utilisasi gas bumi domestik dapat optimal dan berdampak positif untuk seluruh sektor domestik Jawa Tengah, Jawa Timur, dan nasional," tutup Haryo.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id