Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Petani

    Husen Miftahudin - 25 September 2021 15:16 WIB
    Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Petani
    Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.



    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mendukung regenerasi petani dan mendorong produktivitas pertanian nasional. Pasalnya jumlah rumah tangga petani mengalami penurunan, yang mayoritas petani saat ini telah berusia lebih dari 45 tahun.

    "Maka dari petani milenial inilah kita berharap, karena tanah air kita luas dan subur dan perlu dikelola oleh petani-petani muda yang potensial ini," kata Direktur Produksi Pupuk Indonesia Bob Indiarto dalam siaran persnya, Sabtu, 25 September 2021.

     



    Pupuk Indonesia, lanjut Bob, terus berupaya mendorong minat generasi milenial ke sektor pertanian. Diantaranya adalah melalui program regenerasi petani yang bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan jumlah anak muda yang terjun di bidang pertanian.

    Salah satu yang dilakukan oleh anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu Petrokimka Gresik yang rutin menggelar Jambore Petani Muda sejak 2017 dengan menghadirkan mahasiswa, pelajar, serta petani muda sukses dari berbagai daerah.

    "Dari kegiatan tersebut, kami memotivasi anak muda agar konsisten di bidang pertanian, mendorong inovasi pertanian karya dalam negeri, mendorong iklim usaha agribisnis untuk generasi muda, membantu meningkatkan kesejahteraan petani milenial, serta menciptakan role model petani muda," ujar Bob.

    Selain itu, Pupuk Indonesia juga membina puluhan petani muda lainnya dari berbagai daerah. Mereka mengembangkan dan meningkatkan produktivitas dari berbagai macam komoditas pertanian dan berhasil memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitarnya.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa pertanian merupakan sektor yang menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Banyuwangi. Jumlah petani di Banyuwangi pun masih cukup signifikan, yaitu sekitar 126 ribu orang yang tergabung dalam 1.595 kelompok tani.

    Walaupun demikian, regenerasi petani juga menjadi sebuah tantangan di Banyuwangi. Namun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk menarik minat generasi milenial di bidang pertanian.

    "Salah satu program kami adalah Jagoan Tani, dimana kami menghadirkan sektor pertanian yang lebih modern dan terdigitalisasi," sebut Ipuk.

    Jagoan Tani merupakan program kompetisi generasi milenial di bidang pertanian. Dalam program ini, pemerintah daerah Banyuwangi memberikan stimulus kepada pemenang. Seperti penyediaan lahan, hadiah dalam bentuk modal usaha pertanian, hingga menyediakan mentor dari kalangan akademisi dan praktisi.

    "Salah satu adalah Pak Panji, Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, yang telah menjadi salah satu mentor dalam program Jagoan Tani," pungkas Ipuk.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id