Indonesia Ajak Negara ILO Pulihkan Dampak Covid-19 terhadap Dunia Kerja

    Suci Sedya Utami - 07 Juni 2021 14:05 WIB
    Indonesia Ajak Negara ILO Pulihkan Dampak Covid-19 terhadap Dunia Kerja
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja (PTM) Anggota Gerakan Non-Blok (GNB). PTM Tenaga Kerja GNB membahas beberapa isu ketenagakerjaan dan kebijakan sosial, serta bagaimana negara-negara menanggapi secara efektif tantangan dunia kerja yang terdampak covid-19.

    Mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi menegaskan agar GNB mendesak Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO) untuk memperkuat dukungannya kepada negara-negara anggota dalam mewujudkan pemulihan dunia kerja yang terdampak covid-19.

     



    "GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya dalam mewujudkan pemulihan dampak covid-19 terhadap dunia kerja, khususnya dalam tiga isu penting," ujar Anwar dilansir dari laman resmi Kemnaker, Senin, 7 Juni 2021.

    Dalam paparannya, Anwar menyebut isu pertama yang harus menjadi perhatian ILO yakni memastikan akses vaksinasi covid-19 yang tepat waktu, terjangkau, dan adil untuk semua negara. Menurut dia, anggota GNB harus mendesak ILO untuk memperkuat keterlibatannya dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mewujudkan tujuan ini.

    "ILO harus memprioritaskan vaksinasi covid-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak," kata Anwar.

    Kedua, memajukan ekonomi digital untuk menciptakan kesempatan kerja sebagai sarana mengatasi ketimpangan antara negara berkembang dan negara maju.

    "Karena itu, kami mendukung upaya GNB untuk mengatasi kesenjangan digital di antara masyarakat di dalam negeri dan antar negara, serta untuk memobilisasi peningkatan kerja sama pembangunan. Hal ini termasuk dukungan teknologi dan teknis untuk negara-negara berkembang," ujar Anwar.

    Isu ketiga, lanjut Anwar, yakni mengembangkan, menerapkan, dan mengadaptasi rencana respons dan pemulihan nasional yang berpusat pada manusia, atas permintaan negara anggota. Fokus dukungan khusus harus diberikan kepada negara-negara dengan kapasitas terbatas untuk melaksanakan rencana tersebut.

    "Dukungan sebagaimana dimaksud, para pekerja di wilayah Arab yang diduduki termasuk di antara mereka yang paling rentan oleh dampak pandemi," tutur dia.

    PTM GNB dihadiri lebih dari 120 Negara Anggota GNB, dan diwakili oleh 15 negara dalam sesi General Debate. Ke-15 negara tersebut yakni Suriah, Kuba, Venezuela, Iran, Maroko, Palestina, Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Belarus, Namibia, Mesir, dan Filipina.

    Dalam pertemuan ini juga dibahas seputar konflik antara Palestina dan Israel. Pelanggaran berat dan berulang terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel melalui pendudukan dan agresi berkelanjutan di wilayah Palestina; secara nyata sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi, tenaga kerja, dan pekerjaan di Palestina.

    Anwar menambahkan, sebagai anggota GNB, baik Pemerintah maupun masyarakat Indonesia telah berkontribusi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, baik di tingkat multilateral maupun bilateral.

    Pada tingkat multilateral, kontribusi yang dilakukan adalah memperluas dukungan ILO untuk pekerjaan yang berkelanjutan di wilayah pendudukan Palestina. Dukungan ini berfokus pada peningkatan kesempatan kerja dan mata pencaharian, memperkuat tata kelola tenaga kerja dan sistem jaminan sosial di Palestina, serta melalui kontribusi kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina.

    Pada tingkat bilateral, melalui berbagai program peningkatan kapasitas yang dimiliki, Indonesia membantu Pemerintah Pemerintah memberdayakan rakyat Palestina.

    "Kami siap bekerja sama dengan negara-negara anggota GNB dan organisasi internasional yang relevan untuk mencapai pemulihan yang berpusat pada manusia, melalui pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan yang inklusif untuk semua," jelas Anwar.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id