Penjualan Pertamina Turun Imbas Tekanan Covid-19

    Suci Sedya Utami - 16 Juni 2021 18:33 WIB
    Penjualan Pertamina Turun Imbas Tekanan Covid-19
    Ilustrasi kilang minyak Pertamina - - Foto: dok Pertamina



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatat penurunan penjualan produk olahan minyak sepanjang 2020. Penurunan terjadi lantaran permintaan yang menurun di tengah pandemi covid-19.

    Pada 2020, penjualan konsolidasian perusahaan yang terdiri dari BBM, avtur, LPG, dan petrokimia hanya 82,81 juta kiloliter (KL). Untuk BBM PSO (minyak tanah, solar, dan biosolar) serta premium, realisasi penjualan 2020 sebesar 22,87 juta KL atau turun 19,04 persen dari realisasi 2019 yang sebesar 28,25 juta KL.

    Sedangkan untuk BBM non-PSO dan produk nonBBM, di 2020 tercatat penjualan sebesar 47,21 juta KL. Kemudian penyaluran volume LPG PSO pada 2020 sebesar 7,16 juta metrik ton (MT), meningkat 4,37 persen dari realisasi 2019 yang sebesar 6,86 juta MT.

     



    Realisasi niaga gas pada 2020 sebesar 303,08 trillion british thermal unit (TBTU), turun 12,66 persen dari capaian 2019 yang mencapai 347 TBTU. Adapun realisasi transportasi gas pada 2020 sebesar 459,6 miliar standar kaki kubik (BSCF) atau turun 8,1 persen dari 500 BSCF pada 2019.

    Penurunan penjualan diimbangi oleh penurunan volume impor minyak mentah sebesar 76,7 juta barel atau turun 12 persen dibanding 2019. Volume impor produk juga turun 19 persen menjadi 98,2 juta barel pada 2020.

    "Sebagai BUMN, Pertamina juga terus mendukung upaya pemerintah memperkuat neraca perdagangan dengan mengurangi impor migas," kata Pjs Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resmi, Rabu, 16 Juni 2021.

    Pertamina pun tetap konsisten untuk tidak melakukan impor BBM jenis solar dan avtur sejak pertengahan 2019. Untuk mengurangi impor melalui program biodiesel plus 30 persen (B30), pada 2020 Pertamina telah menyerap 7,14 juta KL FAME.

    Meski terjadi penurunan penjualan, lanjut Fajriyah, untuk menjamin akses terhadap energi, Pertamina tetap membangun dan mengembangkan berbagai jaringan dan infrastruktur di sektor hilir, termasuk untuk distribusi BBM, LPG, gas, maupun LNG. Pembangunan infrastruktur ini juga penting untuk meningkatkan kinerja operasional dan pelayanan di sektor hilir.

    "Untuk meningkatkan pelayanan dan mencapai kemandirian energi di masa depan, Pertamina tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur hilir dan empat RDMP dan satu GRR yang terintegrasi dengan kilang petrokimia sebagai bisnis masa depan perusahaan," pungkas Fajriyah.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id