Laba Naik 365%, Ini Sektor BUMN yang Kinclong Berkat Tangan Dingin Erick Thohir

    Ade Hapsari Lestarini - 19 Oktober 2021 12:34 WIB
    Laba Naik 365%, Ini Sektor BUMN yang Kinclong Berkat Tangan Dingin Erick Thohir
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto dok Kementerian BUMN.



    Jakarta: Kinerja perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membaik di semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih korporasi pelat merah tercatat mencapai 356 persen sepanjang semester I-2021 dibandingkan semester I-2020.

    Adapun laba bersih BUMN pada semester I-2020 tercatat sebesar Rp5,77 triliun. Angkanya kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021. Kinerja ini tentu menjadi salah satu bukti bahwa program perusahaan pelat merah berhasil. Sehingga diharapkan semakin membuka banyak lapangan pekerjaan dan semakin besar peluang melebarkan bisnis.

    Salah satu yang mendorong kinerja perusahaan BUMN makin baik didukung beberapa faktor, antara lain:

    1. Perbaikan harga komoditas.
    2. Penanganan pandemi yang semakin baik.
    3. Peningkatan di sektor kesehatan, telekomunikasi, yang berujung pada kenaikan kinerja.
    4. BUMN sektor tambang, kinerja makin baik didorong kenaikan harga komoditas.
    "Perkiraan saya kenaikan laba BUMN lebih disumbang oleh BUMN bank pemerintah, Pertamina, Telkom, dan BUMN kesehatan," ujar Ekonom yang juga pengajar Perbanas Institut, Piter Abdullah, dikutip Selasa, 19 Oktober 2001.

     



    Ia menilai, kenaikan kinerja selain karena faktor perbaikan pengelolaan, juga didorong sektor komoditas yang membaik di masa pandemi. Ia meyakini, dengan berbagai perbaikan, maka BUMN akan mempertahankan kinerja. Karena, saat ini masih ada beberapa BUMN yang perlu diperbaiki.

    "Termasuk juga indikator-indikator penyediaan lapangan kerja, dan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat. Mungkin yang paling bisa diapresiasi walaupun labanya tidak ada adalah program BBM satu harga Pertamina, serta keberhasilan BUMN Karya membangun berbagai infrastuktur," kata Piter.

    Dia menjelaskan, kenaikan laba bersih BUMN sebesar 356 persen pada semester I-2021 tentu karena adanya perbaikan. Namun juga menjadi tantangan apakah akan terus mampu dipertahankan, mengingat perbaikan kinerja lebih disokong perbaikan harga komoditas.

    "Kenaikan itu bersifat adhoc karena kenaikan harga komoditas, karena adanya pandemi. Ketika harga komoditas turun, pandemi sudah usai, keuntungan BUMN bisa saja akan kembali turun," ucapnya.

    Menurut dia, manfaat BUMN bagi masyarakat bukan dari keuntungan tetapi lebih dari perbaikan pelayanan. Bahkan ketika BUMN merugi bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Contohnya program BBM satu harga.

    "Program ini program rugi bagi Pertamina, tapi sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

    Pendapatan BUMN

    Menteri BUMN Erick Thohir juga mencatat, total pendapatan BUMN sebesar Rp96,5 triliun pada semester I-2021. Pendapatan itu bersumber dari berbagai sektor, mulai energi, keuangan, pertambangan, hingga logistik.
     

    Berikut rincian pendapatan BUMN di beberapa sektor:

     
    1. BUMN sektor energi menyumbang pendapatan sebesar Rp60 triliun atau naik 13 persen pada semester I-2021 secara tahunan (yoy).
    2. Sektor BUMN jasa keuangan sebesar Rp13,7 triliun atau naik tujuh persen (yoy).
    3. Sektor pertambangan membukukan pendapatan sebesar Rp9,94 triliun atau meningkat 34 persen (yoy).
    4. Sektor kesehatan meraih pendapatan Rp9,48 triliun atau naik 163 persen (yoy).
    5. Sektor manufaktur sebesar Rp7,97 triliun atau naik 55 persen (yoy).
    6. Sektor perkebunan dan kehutanan Rp6,28 triliun atau naik 37 persen (yoy).
    7. BUMN sektor asuransi sebesar Rp2,84 triliun atau naik 13 persen (yoy).
    8. Sektor telekomunikasi Rp2,62 triliun atau naik empat persen (yoy).
    9. Sektor pupuk Rp1,02 triliun atau naik dua persen (yoy).
    10. Sektor logistik Rp643 miliar atau naik dua persen (yoy).
    11. Klaster pengelolaan aset atau National Management Asset Company (Namco) Rp507 miliar atau naik 12 persen (yoy).
    Erick mengakui jika adanya pembatasan sosial di paruh kedua 2021 bakal berdampak kepada kinerja keseluruhan BUMN sepanjang tahun ini. Walau demikian, dia memastikan pihaknya akan terus mendorong kinerja BUMN yang telah baik hingga semester I-2021. "BUMN akan berusaha mempertahankan kinerja positif ini sampai dengan akhir 2021," kata Erick.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id