Pacu Perekonomian, Masyarakat Wajib Disiplin Protokol Kesehatan

    Angga Bratadharma - 15 Oktober 2021 21:47 WIB
    Pacu Perekonomian, Masyarakat Wajib Disiplin Protokol Kesehatan
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Pandemi covid-19 tak menyurutkan dunia usaha untuk terus memacu ekspansi bisnis, terlebih situasi dan kondisi mulai terkendali. Kondisi tersebut tentu memberi angin segar dan harapannya di masa mendatang geliat perekonomian kian meningkat meski tak ditampik protokol kesehatan perlu tetap dijalankan.

    Dalam hal memacu bisnis, Antis Hand Sanitizer menggandeng Pertamina Retail sebagai bagian dari anak usaha PT Pertamina Patra Niaga (Pertamina Group) yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan, penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan pengelolaan SPBU.

     



    Kerja sama ini di antaranya mendorong masyarakat secara khusus pengendara yang melakukan perjalanan darat terutama yang datang ke SPBU untuk terus menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. Disiplin protokol kesehatan teramat penting karena pengendalian covid-19 memberi efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    VP Marketing & Operation Pertamina Retail Bayu Prasetyo mengaku mengapresiasi antusiasme Antis untuk bekerja sama dalam menghadirkan solusi terbaik untuk pencegahan penyebaran virus covid-19, khususnya bagi pengendara yang datang ke SPBU. Kerja sama ini diharapkan bisa segera memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

    "Misi ini sejalan dengan komitmen Pertamina Retail untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat akan pentingnya kesehatan dan membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus covid-19," kata Bayu, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Chief Sales & Marketing Officer Enesis Group Ryan Tirta Yudhistira menjelaskan ini bukan pertama kali Antis menggandeng pihak ketiga untuk menjangkau masyarakat dan memberikan edukasi tentang kebersihan tangan saat dalam perjalanan, baik untuk bekerja maupun kepentingan lainnya, agar tetap aman dan nyaman.

    "Banyak aktivitas yang kita lakukan dengan tangan, tanpa disadari kuman, bakteri, atau virus bisa menempel di tangan dan menjadikan tangan sebagai media penyebaran ke diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Itu sebabnya kebersihan tangan menjadi hal penting," kata Ryan.

    Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021 pemerintah harus mampu mengendalikan pandemi covid-19. Pembatasan aktivitas masyarakat perlu dilakukan proporsional sembari memanfaatkan mesin pertumbuhan ekonomi lainnya.
     
    "Ekonomi sebenarnya bisa dicari mesin lain jika satu mesin terhambat. Artinya apa, jika misalnya konsumsi rumah tangga melambat pada periode PPKM berlangsung, maka mesin yang lain perlu dioptimalkan misalnya dari investasi, ekspor dan juga dari belanja pemerintah," kata dia.

    Dia menambahkan, pemerintah juga perlu untuk melakukan realokasi dan refocusing anggaran guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Hal itu juga untuk memastikan agar kebijakan PPKM yang diterapkan dapat berjalan dengan optimal.

    "Stimulus ekonomi ketika masa restriksi aktivitas masyarakat diperlukan dalam upaya menahan agar daya beli tidak terjerembab dalam ketika PPKM diberlakukan," pungkas Yusuf.


    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id