Menaker Puji BP Jamsostek Sediakan Data Akurat

    Gervin Nathaniel Purba - 30 Juli 2021 18:06 WIB
    Menaker Puji BP Jamsostek Sediakan Data Akurat
    Menaker Ida Fauziyah. (Foto: Dok. Kemenaker)



    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali mempercayakan BP Jamsostek dalam penyediaan data pekerja/buruh calon penerima bantuan subsidi upah (BSU). BP Jamsostek telah sukses menjalankan perannya dalam penyaluran BSU pada 2020.

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan dipilihnya BP Jamsostek sebagai sumber data karena BP Jamsostek dinilai paling akurat dalam menyediakan data.

     



    "Lengkap dan akurat dalam menyediakan data, sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian BSU secara cepat dan tepat sasaran," ujar Menaker Ida, dalam konferensi pers virtual, Jumat, 30 Juli 2021.

    Pemberian BSU ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada pekerja/buruh yang telah menjadi peserta BP Jamsostek. Seperti diketahui, salah satu syarat utama untuk bisa menerima BSU ini ialah pekerja/buruh calon penerima BSU 2021 wajib terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek.

    "Dibuktikan dengan nomor kepesertaan yang aktif hingga Juni 2021," kata Ida.

    Ida mengingatkan kepada seluruh perusahaan agar segera menyerahkan data nomor rekening pekerja/buruh calon penerima BSU yang sudah sesuai kriteria kepada BP Jamsostek. Sementara bagi pekerja/buruh yang belum mengurus nomor rekeningnya dengan perusahaan agar segera diselesaikan.

    Dia juga mengingatkan bahwa BSU sebesar Rp1 juta akan ditransfer melalui bank Himbara (Mandiri, BNI, BRI, dan BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) khusus di Aceh.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dalam menyukseskan penyaluran BSU kepada para pekerja/buruh. Dia juga mengingatkan kepada seluruh pekerja/buruh untuk memenuhi unsur kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Kami imbau kepada pemberi kerja dan pekerja/buruh untuk segera memperbarui datanya dengan baik supaya saat penarikan data dapat sesuai dengan harapan," ujar Anggoro.


    Berikut ini kriteria penerima BSU:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    2. Pekerja atau buruh penerima upah terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BP Jamsostek yang dibuktikan dengan nomor kepesertaan aktif hingga Juni 2021.

    3. Penerima subsidi yang upahnya di atas Rp3,5 juta, maka akan digunakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebagai batas kriteria upah.

    4. Pekerja yang mendapat subsidi ialah mereka yang bekerja pada industri barang konsumsi, perdagangan, dan jasa (kecuali jasa pendidikan dan kesehatan), transportasi, aneka industri, properti, dan real estate.

    5. Memiliki rekening bank aktif.

    6. Hanya diberikan kepada pekerja di wilayah PPKM level tiga dan empat.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id