comscore

Erick Thohir: Gelombang Ketiga Covid-19 Pasti Datang, Jangan Panik!

Antara - 30 Januari 2022 19:53 WIB
Erick Thohir: Gelombang Ketiga Covid-19 Pasti Datang, Jangan Panik!
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN
Bandarlampung: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta masyarakat tidak panik dan tak perlu khawatir dengan ancaman gelombang ketiga varian Omicron. Pasalnya, tingkat vaksinasi covid-19 dalam negeri cukup tinggi untuk menekan penyebaran varian baru tersebut.

"Gelombang ketiga pasti datang, Pak Menteri Kesehatan sudah sampaikan. Apalagi kalau kita lihat yang terjadi  di Amerika dan Inggris gelombangnya sangat tinggi," ujar Erick di Bandarlampung, Minggu, 30 Januari 2022.
Menurutnya, masyarakat yang telah divaksin akan mengalami gejala ringan bila terpapar Omicron. Erick bilang varian ini hanya menyerang sebatas hidung dan tenggorokan alias tidak langsung menyerang paru-paru.

"Omicron itu berdampak pada tenggorokan dan hidung tidak ke paru-paru, beda dengan varian Delta yang langsung ke paru-paru. Tapi kita juga harus tetap waspada dan perketat prokes serta jangan panik," terangnya.

Ia menambahkan biaya pengobatan pasien Omicron pun tidak semahal pasien varian Delta. Hal ini dikarenakan dampak yang dialami pasien termasuk ringan.

"Sudah disampaikan obat juga untuk Omicron ini bukan seperti yang sebelumnya yang mahal-mahal seperti tempera dan lainnya. Kalau dampaknya ringan obatnya juga ringan sehingga bisa di rawat di rumah, jangan apa-apa langsung ke rumah sakit," tambahnya.

Berikut ciri-ciri varian Omicron yang sudah diketahui:

  1. Tingkat penularan tinggi
  2. Tingkat keparahan rendah
  3. Memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam
  4. Tanpa gejala
Per 29 Januari 2022, pasien Omicron mencapai 11.588 orang, sehingga total konfirmasi positif covid-19 di Indonesia menjadi 4.330.763 orang. Kasus aktif covid-19 di Indonesia juga bertambah 8.981 menjadi 52.555. Pasien meninggal bertambah 17 kasus transmisi lokal dengan kumulatif 144.285 kasus (3,3 persen). Dari hasil uji laboratorium, spesimen yang selesai diperiksa sebanyak 383.401 spesimen dengan jumlah suspek 11.112 kasus.

Peningkatan kasus dalam seminggu terakhir didominasi tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Secara nasional, kasus dalam seminggu terakhir sebanyak 14.729 kasus, dan 13.316 kasus atau 90,4 persen berasal dari tiga provinsi tersebut.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id